• F. Abdul Syukur
  • 06 Apr 2018
  • 223 views

Geriliya Literasi Mang Yayat

RUDIAT (38) atau akrab disapa mang yayat merupakan seorang tukang tahu yang sehari-harinya berkeliling dari Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung hingga ke Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung.Ia mengantarkan tahu setiap harinya ke desa-desa untuk memenuhi keinginan pembeli. Mang Yayat selalu membawa kotak buku di tengahnya yang berisi puluhan buku, yang selalu di nanti oleh warga yang hendak membeli tahu dan meminjam buku. Diantaranya warga selalu hendak meminjam buku dongeng anak-anak, resep masakan, dan cara bercocok tanama atau berternak.
Mang Yayat yang putus sekolah pada kelas 4 SD tersebut membeli buku seni rupa, di Jalan Dewi Sartika, karena keingin tahuan tentang dunia seni lukis, dan istrinya Ratna Suminar (35) yang menyukai buku-buku. Darisitulah awal mula Mang Yayat dan Teh Ratna mulai mencintai dunia literasi. Kemudian Mang Yayat dan Teh Ratna membeli beberapa buku dan jadilah sebuah perpustakaan mini di rumahnya, Jalan Gunung Puntang, Kampung Pasirhuni, Desa Pasirhuni, Kecamatan Cimaung.

Pada tahun 2010 Mang Yayat beraktifias sebagai penjual tahu sambil berkeliling dengan membawa buku-bukunya. Awalnya ada beberapa yang menganggap Mang Yayat membawa buku-buku aliran sesat, saat mulai merintis kegiatan sosial tersebut. Berjalan dengan waktu mang yayat yang dulunya pernah merintis menjadi pegawai konfeksi tersebut, dapat di terima masyarakat. Saat ini selalin perpustakaan keliling ia pun membuka sanggar seni dan sanngar membaca, diresmikan pada tahun 2013, dengan nama TBM Sehati, kini memiliki Ribuan buku. Ada hal yang paling membanggakan bagi Mang Yayat, yaitu ketika warganya, menceritkan keberhasilannya usai membaca buku bagaimana cara beternak.

Tidak hanya itu, kang yayat pun memberikan pelajaran pengajian, seni lukis, dan seni musik bambu. Semuanya itu gratis tanpa di pungut biaya. Mang Yayat pun mempunyai agen literasi, yaitu sebuah warung, dengan disuguhkan perpustakaan mini, di saungnya. kini mang yayat sudah mempunyai agen literasi tersebut sebanyak 2 warung punya rekanannya.***