Mengoptimalkan Peran Humas Demi Sekolah yang Makin Berkualitas

BANDUNG BARAT - Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) mengadakan Focus Group Discussion (FGD), mengenai Pengelolaan Program Kehumasan, di Grand Hani Hotel, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, pada Rabu dan Kamis (22-23/11/17).

Acara yang mengusung tema Reformasi Kehumasan Pendidikan di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat tahun 2017 ini, diikuti oleh 50 peserta yang terdiri  dariWakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kehumasan, perwakilan Disdik Jabar dan praktisi kehumasan.Narasumber dalam kegiatan FGD tersebut diantaranya pengelola humas dari berbagai unsur, seperti Kepala Bagaian Kebijakan dan Program Kehumasan Pemprov Jabar, Ade Sukalsah., Pakar Komunikasi Organisasi, Ani Yulianingsih serta Praktisi Komunikasi, Eli Siti Wasliah, Dewiyatini dan Anne Rufaidah. Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya diberikan teori, namun juga praktik secara langsung.

Dalam paparannya, Ade Sukalsah mengemukakan bahwa bidang Humas memang sering kali dipandang sebelah mata. Padahal tugas Humas di lembaga, teruama sekolah sangat krusial.  Menurutnya, ada tiga inti fungsi Humas yang cukup penting, yaitu menjadi corong informasi, managemen krisis dan mengelola prestasi demi meningkatkan citra sekolah. 

“Fungsi Humas itu ada tiga, diantaranya corong informasi program, kegiatan, prestasi apapun yang bersifat sensitif. Kemudian, biasanya di sekolah itu dinamika persoalannya tinggi, maka di sinilah fungsi Humas dalam mengelola dan menyelesaikan krisis, agar tidak langsung mencuat ke publik. Lalu, terkait dengan prestasi atau penghargaan yang diterima sekolah, maka peran Humas yakni untuk menjaga citra sekolah tersebut,” jelasnya.

Hal senada pun disampaikan oleh pemateri lainnya, Ani Yulianingsih. Menurutnya, Humas tidak hanya bertugas membangun citra sekolah, namun juga bertujuan membangun reputasi sekolah. Reputasi sekolah bisa dibangun dengan mempublikasikan prestasi yang dimiliki sekolah ke publik.

“Reputasi di sini adalah prestasi sekolah yang dikompetisikan dan hal ini bisa jadi pembanding dengan sekolah lain. Prestasinya harus diakui baik oleh masyarakatsecara nasional maupun internasional. Itu semua harus dipublikasikan. Sehebat apapun karya Bapak/Ibu, mau punya program unggulan yang keren bahkan kreatif, kalau tidak diketahui oleh masyarakat, tetap tidak akan diakui. Makanya publikasi menjadi sebuah keharusan,” ujar Ani.

Acara ini rupanya mendapat sambutan baik dari para peserta. Menurut salah seorang peserta dari  SMKN 13, Maya Kusmayanti, kegiatan ini bermanfaat untuk menambah ilmu kehumasan yang akan diterapkan di sekolahnya.

“Kegiatan ini memberikan manfaat untuk menambah ilmu. Saya rasa program ini sangat membantu saya dalam menjalankan tugas kehumasan di sekolah. Saya menjadi tahu tujuan Humas itu apa, solusinya bagaimana, serta apa yang harus dilakukan dari sisi kehumasan dan cara mencapainya,” pungkasnya.