Lebih Fasih Berbahasa Jepang dengan Program Nihongo Partners Indonesia

BANDUNG - Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jepang Provinsi Jawa Barat melakukan pertemuan di Aula Gedung Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik) Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Rajiman, Nomor 6, Kota Bandung, Sabtu (10/3/2018). Acara dibuka oleh Kepala Seksi Perencanaan dan Evaluasi, Abur Mustikawanto.  

Menurut Ketua MGMP Bahasa Jepang Provinsi Jawa Barat, Nevi Afadarma, ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan minimal empat kali pertemuan dalam setahun. Pertemuan ini berisi kegiatan belajar bersama native speaker dari Jepang, pemilihan kepengurusan MGMP periode 2018-2020, dan perpisahan dengan volunteer
Program Nihongo Partners dari Japan Foundation.
 

Misi program Nihongo Partners adalah mengirim warga Jepang sebagai tenaga Native Speaker Bahasa Jepang ke berbagai lembaga pendidikan di negara-negara ASEAN untuk menjadi mitra (partners) Guru Bahasa Jepang dan siswa selama kurang dari satu tahun.  Di Indonesia sendiri, pengiriman para partners diutamakan ke SMA dan SMK yang mengajarkan Bahasa Jepang.
 

Jadi dari Pemerintah Jepang memang ditugaskan mendampingi guru-guru mengajar di kelas. Jika biasanya kita belajar menggunakan kaset, sekarang kita mendatangkan langsung orangnya,” ujarnya saat ditemui di sela-sela acara.
 

Program Nihongo Partners dilaksanakan di Indonesia selama enam bulan. Menurut Nevi, pada 20 Maret 2018 mendatang adalah batas akhir mereka bertugas di Indonesia. Program ini sudah dilaksanakan ketiga kalinya dari lima kali perjanjian pelaksanaan yang ada.
 

Nihongo Partners ini paling banyak di Indonesia dibandingkan dengan negara lain. Mungkin karena di Indonesia peminatnya juga lebih banyak. Sekitar 1000 lebih yang datang ke Indonesia,” jelasnya.
 

Menurut salah satu Nihongo Partners asal Jepang, Yamamoto Hiroko, siswa di Indonesia lebih semangat dalam belajar dibandingkan dengan siswa di Jepang. Hiroko mengatakan siswa di Indonesia tidak hanya aktif menulis, akan tetapi aktif berkomunikasi dan ekspresif. Ia pun senang bisa memiliki pengalaman mengajar di Indonesia.