Ciptakan SDM Unggulan, Pemerintah Terus Tingkatkan Program Pendidikan

BANDUNG - Dalam memperingati hari Sumpah Pemuda, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Ahmad Hadadi menjelaskan tentang perbedaan persepsi Sumpah Pemuda zaman dulu dan sekarang. Jika dahulu sumpah pemuda diartikan sebagai suatu komitmen dan semangat para pemuda dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Kini, menurut Ahmad, tekad dan komitmen pemuda adalah untuk memajukan Indonesia agar dapat bersaing dengan negara lain.

“Pemuda sekarang harus punya komitmen, tekadnya sama, semangatnya harus berjuang bagaimana Indonesia ini setelah merdeka menjadi bangsa yang maju, sertasejajar dengan negara-negara maju di dunia,” ujarnya  di sela-sela pembukaan acara Festival Pelajar Berbudaya di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 21 Bandung, Jalan Rancasawo No.74, Margasari, Buahbatu, Kota Bandung, Selasa (14/11/2017).

Menurutnya, tugas pemerintah adalah menyiapkan proses pembelajaran yang baik untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggulan. Para pemuda diharapkan selalu fokus dan serius dalam mengikuti proses pembelajaran. Jangan sampai pemuda terjebak ke dalam kegiatan yang negatif. 

“Jangan terjebak dengan berbagai hal negatif, seperti narkoba, pornografi, dan berbagai kegiatan negatife lainnya. Itu yang harus kita hindari,” ujarnya.

Selain itu, proses pendidikan yang ada untuk meningkatkan SDM unggulan adalah berupa pendidikan formal, seperti pendidikan resmi dan pendidikan non formal, seperti pendidikan paket C. Yang terakhir, kata Ahmad, adalah pendidikan informal, seperti pendidikan otodidak di luar pendidikan formal.

“Ini adalah persiapan untuk membentuk SDM yang mampu bersaing dalam era globalisasi. Dengan negara yang sudah merdeka, justru kita harus menyipkan diri, bahkan persiapan menjadi seorang pemimpin,” ujar Ahmad.

Salah satu upaya pemerintah dalam mendukung pendidikan adalah adanya program Semua Anak Bisa Sekolah. Dengan program tersebut, pemerintah memberikan berbagai macam bantuan agar semua lapisan masyarakat bisa tetap bersekolah.

“Mau miskin atau kaya, orang kampung atau kota, semua orang bisa bersekolah. Itulah intinya. Jika secara sisi ekonomi seseorang tidak mampu sekolah, namun kemampuannya bagus, pasti akan dapat dukungan untuk tetap sekolah,” tandas Ahmad.