Peringatan Hari Sumpah Pemuda : Pemuda Harus Mampu Bersaing Global

BANDUNG - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar, Ahmad Hadadi membuka Festival Pelajar Berbudaya dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 21 Bandung, Jalan Rancasawo No.74, Margasari, Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11/2017).

Dalam sambutannya, ia memaparkan tentang perbedaan komitmen pemuda kini dan pada jaman dahulu. Menurutnya, pemuda masa kini harus memiliki tekad dan komitmen untuk menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) unggulan yang dapat bersaing dengan negara lain.

“Jika dahulu Sumpah Pemuda diartikan sebagai suatu komitmen dan semangat para pemuda dalam merebut kemerdekaan bangsa Indonesia, kini tekad dan komitmen pemuda adalah untuk memajukan Indonesia agar dapat bersaing dengan negara lain,” ujarnya.

Hal senada pun disampaikan oleh Kepala Sekolah SMAN 21 Bandung, Santy Kurnia Dewi. Ia menyebutkan tujuan acara ini adalah untuk mewadahi pengembangan diri para siswa, serta ajang silaturahmi dan menjalin persaudaraan tanpa melihat perbedaan. Festival ini terdiri dari dua kegiatan besar, yaitu Salikur Mojang dan Jajaka (Samoka) SMAN 21 dan kegiatan Bulan Bahasa yang di dalamnya terdapat berbagai macam perlombaan.

“Ada 2 kegiatan besar yaitu Samoka kegiatan Salikur Mojang dan Jajaka SMAN 21, yang nantinya akan menjadi Duta Budaya SMAN 21. Kegiatan kedua adalah Bulan Bahasa dimana ada beberapa perlombaan baik internal yakni siswa SMAN 21 sendiri, maupun peserta eksternal yang berasal dari sekolah lain,” katanya.
 
Kegiatan festival ini, menampilkan berbagai kesenian dan bakat para siswa dari  ekstrakurikuler dengan tema budaya nusantara. Salah satunya adalah budaya sunda. Kebudayaan yang diangkat dimulai dari Upacara Adat, Calung, Sisingaan,  Angklung, Tarian Sunda dan juga beberapa tarian tradisional lainya.

“Selain itu juga ada bazar yang merupakan hasil karya pembelajaran pendidikan kewirausahaan, yang diikuti oleh seluruh kelas dan dilombakan,” pungkas Santy.