Sistem Zonasi Akan Berdampak Positif pada UNBK

CIREBON - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi, membuka acara Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2016/2017 dan Persiapan Teknis Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun ajaran 2017/2018, di The Luxton Cirebon Hotel & Conventional, jalan R.A. Kartini No.60, Cirebon, Rabu (15/11/2017)

Dalam sambutannya Ahmad menuturkan, sistem zonasi yang akan diterapkan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 mendatang, telah sesuai dengan intruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendy. Menurutnya, sistem zonasi merupakan upaya untuk pemerataan mutu pendidikan. Sistem zonasi ini pun dapat berdampak pada UNBK.

“Penerapan system zonasi ini akan berdampak kepada UNBK. Intinya, dalam rangka pemerataan mutu pendidikan tinggi ini, kami akan ambil langkah-langkah teknis dan operasional yang salah satunya adalah berkenaan dengan UN termasuk UNBK. Termasuk yang berkenaan dengan pemerataan Kepala Sekolah, guru, serta pengawas,” ujarnya.

Pelaksanaan UNBK di Jabar pada 2017 lalu, khususnya untuk pendidikan SMA/SMK/MA sudah mencapai 24 persen. Sedangkan untuk SMP/MTS mencapai 25 persen. Ahmad menjelaskan, pada 2018 mendatang, UNBK harus dilaksanakan oleh seluruh SMA/SMK/MA dengan kewajiban target 100 persen, sedangkan untuk SMP dan MTS sebesar 75 persen.

“Tugas kita untuk 2018 ini untuk SMA/SMK/MA harus mencapai 100 persen. Ini adalah tugas,” tegasnya.  

Meski masih banyak kendala dalam pelaksanaannya, Ahmad menghimbau kepada sekolah untuk segera membuat peta persoalan. Sehingga persoalan-persoalan yang dihadapi akan segera terselesaikan dengan maksimal, terutama dalam hal pengamanan.

“Jangan sampai pada pelaksanannya nanti komputer tidak ada, atau misalkan koneksi internet, server, dan bahkan operatornya  dalam kondisi yang tidak baik,” kata Ahmad.  

Ia menegaskan, bahwa sistem UNBK sebenarnya bertujuan untuk mempermudah jalannya UN. Dengan adanya sistem ini diharapkan kecurangan-kecurangan yang biasa terjadi akan lebih sedikit dibandingkan sebelumnya. 

“Dengan UNBK, selama semua sistemnya sudah siap, termasuk operatornya sudah siap, maka ujian akan lebih praktis dan memudahkan. Tak hanya itu,kemungkinan kecurangan pun bisa diminimalisir,” tandasnya.