Ini Dia Persyaratan Peserta UN 2018

BANDUNG – Ujian Nasional (UN) memiliki beberapa kriteria, baik untuk peserta maupun pelaksana. Berdasarkan data Prosedur Operasional Standar (POS) Persyaratan bagi Peserta Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018, ada lima syarat yang harus dipenuhi peserta.

Pertama, yaitu persyaratan umum untuk peserta UN yang di dalamnya mencakup beberapa syarat, seperti peserta didik telah atau pernah ada pada tahun terakhir pada suatu jenjang pendidikan di satuan pendidikan tertentu, peserta juga memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada suatu jenjang pendidikan di satuan pandidikan tertentu, mulai dari semester satu tahun pertama hingga semester pertama pada tahun terakhir,  dan peserta juga memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada Pendidikan Kesetaraan.


Kedua, ada juga persyaratan peserta UN dari Pendidikan Formal. Di dalamnya disebutkan bahwa  peserta harus tercatat di SMP/MTs/SMPTK, SMPT, SMPLB, SMA/MA/SMAK/SMTK, SMAT, SMK/MAK, SUPM, SMALB, atau SPK. Selanjutnya, peserta didik SMK/MAK program empat tahun yang telah menyelesaikan proses pembelajaran selama tiga tahun, peserta didik yang memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan sama dengan ijazah dari satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah. Penerbitan ijazah yang dimaksud adalah sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun pelajaran, sebelum mengikuti UN, atau sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun pelajaran untuk peserta program SKS. Kemudian, peserta UN dari program SKS harus berasal dari satuan pendidikan formal yang terakreditasi A dan memiliki izin penyelenggaraan program SKS.


Ketiga, persyaratan UN untuk Pendidikan Kesetaraan. Hal ini mencakup beberapa syarat yaitu Peserta didik terdaftar pada PKBM, SKB, Pondok Pesantren penyelenggara Program Wustha, Program Ulya, atau kelompok belajar sejenis yang memiliki izin, kemudian peserta didik telah mengikuti proses pembelajaran untuk mencapai seluruh kompetensi dasar pada setiap mata pelajaran sesuai dengan Satuan Kredit Kompetensi (SKK) yang telah ditetapkan, peserta didik memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar setiap derajat kompetensi pada masing-masing jenjang pendidikan kesetaraan. Selain itu, bagi peserta didik dari Program Paket B/Wustha dan Program Paket C/Ulya harus memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan sama dengan ijazah dari satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah da untuk minimum usia ijazah 3 (tiga) tahun. Terakhir, peserta didik yang terdaftar pada satuan pendidikan non formal yang belum terakreditasi, dapat mengikuti UN pada satuan pendidikan non formal atau formal yang terakreditasi dan sudah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan sesuai dengan kewenangannya.

Keempat, ada persyaratan yang ditujukan untuk peserta UN Pendidikan Informal (Sekolah Rumah). Dalam aturan tersebut disebutkan syarat-syarat, seperti peserta didik terdaftar pada sekolah yang memiliki izin dari Dinas Pendidikan yang berwenang, peserta didik memiliki laporan hasil belajar lengkap dari pendidik atau satuan pendidikan, peserta didik terdaftar untuk mengikuti ujian akhir satuan pendidikan pada satuan pendidikan formal atau non formal pada jenjang tertentu. Hal itu ditetapkan Dinas Pendidikan sesuai dengan kewenangannya. Dan  syarat terakhir adalah peserta UN untuk Pendidikan Formal adalah peserta mendaftar pada satuan pendidikan formal atau satuan pendidikan non formal pada jenjang tertentu yang ditetapkan Panitia UN Tingkat Kabupaten/Kota untuk mengikuti UN.

Kelima, persyaratan peserta UN untuk Pendidikan Kesetaraan di Luar Negeri. Dalam aturan ini mengatur syarat-syarat peserta, seperti peserta didik terdaftar pada satuan pendidikan kesetaraan yang telah mendapatkan izin, serta memiliki laporan kegiatan tutorial dari lembaga pendidikan non formal. Selain itu  peserta didik telah mengikuti proses pembelajaran untuk mencapai seluruh kompetensi dasar pada setiap mata pelajaran, sesuai dengan Satuan Kredit Kompetensi (SKK) yang telah ditetapkan dalam bentuk tatap muka, tutorial dan pembelajaran mandiri. Peserta didik dari Program Paket B/Wustha dan Program Paket C/Ulya harus memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau berpenghargaan sama dengan ijazah dari satuan pendidikan yang setingkat lebih rendah, dengan minimum usia ijazah 3 (tiga) tahun. Peserta didik memiliki bukti kegiatan pembelajaran dan laporan lengkap penilaian hasil belajar yang sudah dicap dan ditandatangani oleh pimpinan lembaga penyelenggara pendidikan non formal, dan diserahkan pada saat mendaftar menjadi peserta UN Pendidikan Kesetaraan kepada Atase Pendidikan atau Konsulat Jenderal. Nantinya laporan tersebut akan diteruskan ke Panitia UN Tingkat Pusat. Dalam hal ini berada dalam pembinaan Atase Pendidikan atau Konsulat Jenderal, bukti kegiatan pembelajaran dan laporan lengkap penilaian hasil belajar yang sudah dicap dan ditandatangani oleh pimpinan lembaga penyelenggara pendidikan non formal, diserahkan pada saat mendaftar menjadi peserta UN Pendidikan Kesetaraan kepada Panitia UN Tingkat Pusat, dengan verifikasi dari Direktorat terkait.