Provinsi Jabar Sebar Beragam Beasiswa Demi Peningkatan Kualitas SDM

BANDUNG - Menurut The Global Competitiveness Report pada 2017, hasil daya saing Indonesia masih kalah dengan negara ASEAN lainnya. Indonesian berada di peringkat 36 dari 137 negara lainnya. Indonesia berada di bawah tiga negara ASEAN  yaitu, Singapura yang berada di peringkat 3, Malaysia yang berada di peringkat 23 dan Thailand yang berada di peringkat 32. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar saat memberikan pengarahan kepada para penerima beasiswa dan bantuan Hibah 2017 di Aula Ki Hadjar Dewantara, Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Dr. Rajiman No. 06, Pasir Kaliki, Bandung, Rabu (13/12/17). 

Menurut Deddy, daya saing tersebut dipengaruhi oleh sumber daya yang berkualitas. Sumber daya yang berkualitas ini dibentuk oleh pendidikan. Dunia pendidikan kini harus merujuk pada tiga langkah penting yaitu pendidikan sejak usia dini, pendidikan setinggi-tingginya, dan juga ada pemerataan kesempatan pendidikan. Berdasarkan hal tersebut, Deddy mengatakan pemerintah membuka SMA Terbuka dan PJJ pada SMK.
 

“Harus mengejar ketertinggalan ini, karena itulah kami membuka SMA terbuka, PJJ pada SMK, yang bisa meluluskan setiap tahun 36 ribu orang,” ujar Deddy. 

Program pemerintah lainnya adalah SMK Terpadu atau SMK yang berbasis pesantren, dan pemberian dana hibah, serta beasiswa lainnya untuk siswa dan sekolah. Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi. Ia mengatakan, setiap tahunnya pemerintah provinsi memberikan beasiswa kepada pemuda, atlet/keluarga atlet, guru dan tenaga medis (PAGM).

Insya Allah, tahun ini juga hadir bantuan PAGM untuk 1800 orang. Kalau masing-masing minimal Rp. 6 juta maka totalnya sudah berapa. Kemudian Bapak Wakil Gubernur juga memberikan beasiswa Pemuda Jawa Barat yang ada di Al-azhar. Masing-masing mendapatkan Rp. 12 juta. Ada juga beasiswa kepada para penghafal Quran, minimal 15 juz, mendapatkan Rp. 50 juta,” ujar Hadadi.
 

Selain itu, ada pula bantuan beasiswa kepada dosen-dosen dan perguruan tinggi. Menurut Hadadi, semua ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada bidang pendidikan. “Saya kira ini adalah perhatian dari gubernur dan wakil gubernur. Terasa manfaatnya,” tandasnya.