Penghasilan Guru Honorer di Jabar Terus Membaik

BANDUNG – Penghasilan guru hononer SMA/SMK di Jawa Barat dinilai terus meningkat jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan, Dinas Pendidikan Jabar, Dodin Rusmin Nuryadin mengungkapkan, sebelum alih kelola penghasilan guru honorer hanya berkisar Rp 300 ribu, hingga Rp 1 juta. Namun kini, hampir 70 persen guru honorer menikmati penghasilan yang lebih layak setelah alih kelola oleh pemerintah provinsi Jabar.

“Tidak hanya guru honorer di kota, atau di desa, semua mendapatkan hak yang sama. Guru honorer yang memenuhi jam mengajar 24 jam, maka ia akan dibayar penuh,” katanya saat ditemui di kantor 
Dinas Pendidikan Jabar, Jalan. Dr. Rajiman No.6, Pasir Kaliki, Kota Bandung, Selasa (28/11/2017).

Hal senada disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Jabar, 
Ahmad Hadadi. Ia menambahkan, setelah alih kelola guru honorer dibayar Rp 80.000/jam. Jika dikalkulasikan selama sebulan maka guru honorer akan mendapatkan penghasilan kurang lebih Rp 2 juta/bulan.
Selain itu, untuk guru honorer yang ada di sekolah swasta, kata Ahmad, tetap mendapatkan tunjangan profesi guru. Tunjangan profesi guru tersebut bernilai sama dengan tunjangan profesi guru yang didapatkan oleh PNS sesuai dengan golongannya. Tunjangan tersebut diberikan per triwulan.

“Untuk guru honorer yang ada di sekolah swasta, mereka yang sudah memiliki sertifikasi dan sudah ditetapkan oleh yayasan sebagai guru tetap, maka akan mendapat tunjangan  profesi guru,” pungkas Ahmad.