Peringatan Hari Guru Nasional : Pemerintah Fokus pada Kesejahteraan Guru dan Pemerataan Pendidikan

BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menjadi Pembina Upacara dalam Upacara Peringatan Hari Guru Nasional 2017 sekaligus Peringatan HUT Persatuan Guru Republik Indonesian (PGRI) ke-72 di Lapangan Gedung Sate, Jalan Diponegoro No.22 Kota Bandung. Acara yang diperingati pada Senin pagi (27/11/2017) tersebut, diikuti oleh perwakilan Guru, perwakilan PGRI Jawa Barat, Sekertaris Daerah (Sekda), serta perwakilan dinas terkait.

Ahmad Heryawan mengatakan, pemerintah sangat memperhatikan guru dalam segi kualitas dan kesejehteraan. Menurutnya, guru merupakan salah satu faktor penting dalam kemajuan suatu bangsa.  

“Kami memperhatikan mereka dengan pelatihan-pelatihan termasuk memperhatikan kesejahteraan mereka. Sebab, ketika mereka profesional dalam mengajar,  keahlian yang kuat, kemudian bahan ajar mereka kuasai, moralitas mereka tularkan kepada anak didiknya, keteladanan mereka hadirkan di depan anak didiknya, maka ini akan menjadi bagian penting dalam kemajuan bangsa ke depan,” ujarnya.

Ahmad Heryawan didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi, menjelaskan tentang usaha pemerataan pendidikan yang dilakukan olehPemprov Jabar. Menurutnya, pemerintah sudah lama memberikan perhatian kepada guru-guru terutama yang berada di wilayah Terpencil, Terluar dan Tertinggal (3T). Bahkan, semenjak Januari 2017, pihaknya juga menjalankan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, dimana pengelolaan sekolah tingkat SMK/SMA diserahkan kepada provinsi.

“Sudah mulai mengelola SMA/SMK dengan pendekatan yang mudah-mudahan lebih baik. Hal ini sebagai lanjutan dari yang sudah dilakukan oleh Kabupaten dan Kota. Dari segi kesejahteraan juga kami tingkatkan, untuk keahlian juga terus kami kontrol. Kami ingin, saat SMA/SMK dikelola oleh provinsi ada sebuah pemerataan.Sehingga orang-orang terpencil sekalipun, nanti kualitasnya bisa mendekati atau sama dengan kawasan perkotaan,” pungkasnya.