Sebanyak 4.168 Sekolah di Jabar Lulus Akreditasi

BANDUNG - Badan Akreditasi Provinsi Sekolah/Madrasah (BAP S/M) Provinsi Jawa Barat, menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi Hasil Akreditasi Tahun 2017 di Grand Asrilia Hotel, Jalan Pelajar Pejuang 25 No.123 Bandung. Acara yang dilaksanakan selama dua hari tersebut (27-28/11/17), dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi, Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M), Abdul Mu`ti, 54 orang Unit Pelaksana Akreditasi Se-Jawa Barat, serta 15 orang anggota BAP S/M.

Ketua BAP S/M Udin Syaefudin Saud menuturkan, pihaknya telah melakukan rapat akreditasi secara bertahap. Tahap pertama adalah untuk sekolah yang didanai BPBN, dan tahap kedua adalah untuk sekolah yang  didanai APBD satu dan dua.

“Sebanyak 4172 sekolah di Jabar dilakukan akreditas, hasilnya terdapat empat sekolah yang tidak terakreditasi yaitu satu SD, satu SMA Negeri, dan dua SMK Swasta. Jadi total semua yang terakreditasi, 4168 sekolah,” ujarnya.

Akreditasi sekolah/madrasah, kata Udin, dibagi menjadi tiga level. Terdapat delapan standar yang dinilai dalam akreditasi tersebut. Akreditasi ini dinilai dengan sistem komputer dari hasil evaluasi sekolah dengan assessor. Kemudian, data dimasukan ke sistem dan diolah untuk mendapatkan hasil.

“Dari delapan standar tersebut, ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi sekolah. Kalau terpenuhi maka akan muncul skor. Misalkan saja kalau akreditasi C maka skor yang didapat sekitar 71 hingga 80. Kalau akreditasnya B, maka skornya 81 hingga 90. Terakhir, untuk akreditasi A maka skornya 91 sampai 100. Jika dibawah nilai 71 maka sekolah itu tidak lulus akreditasi,” jelas Udin.

Untuk empat sekolah yang tidak lulus akreditasi, menurutnya tidak perlu khawatir. Pihak sekolah tetap bisa mengajukan akreditasi kembali di tahun depan. Kepada sekolah yang tidak terakreditasi, Udin menjelaskan, BAP S/M akan menyampaikan SK mana saja persyaratan yang belum terpenuhi. Selain itu, sekolah tersebut akan mendapatkan prioritas jika sudah memenuhi syarat.

“Sekolah harus mampu menghitung sendiri syaratnya, sebab standarnya jelas. Ada delapan standar, dimulai dari standar isi, standar proses, standar lulusan, standar GTK, standar pembiayaan, standar sarana prasarana, dan lainnya,” jelas Udin.  

Ia menambahkan, pembagian sertifikat akreditasi akan dimulai pada 15 Desember 2017. Penyerahan sertifikat akan dibagi sesuai dengan porsinya masing-masing. Untuk  SMA/SMK diberikan ke dinas provinsi, SD dan SMP diberikan ke kabupaten/kota, dan untuk MI diberikan ke Kementrian Agama (Kemenag).

“Langsung kami dibagikan, sebab saat ini sertifikatnya begitu diumumkan sudah siap, sekarang masih dalam proses penulisan. Tidak akan ada keterlambatan seperti tahun-tahun lalu,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Jabar Ahmad Hadadi menambahkan, hasil akreditasi ini merupakan hasil yang independen dan benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan secara nyata. Selain itu, menurutnya tidak ada perbedaan akreditasi antara negeri dan swasta.

“Sehingga masyarakat bisa memilih mau bersekolah di sekolah dengan akreditasi apa. Selain itu, kami yakin hasil dari jerih payah BAP S/M menggambarkan kondisi objektif di lapangan,” tandasnya,