Lebih Matang dalam Menghadapi PPDB Sistem Zonasi

JAKARTA - Hasil rapat koordinasi (rakor) yang diadakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) dengan seluruh Kepala Dinas di Jakarta, Senin (13/11/2017), menghasilkan keputusan tentang penerapan sistem zonasi untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018. Hal ini diutarakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Jabar), Ahmad Hadadi usai menghadiri rakor tersebut.Ia menjelaskan, saat ini pemerintah sedang melakukan persiapan untuk menghadapi PPDB 2018 di Jabar dengan sistem zonasi secara penuh. Persiapan rencananya akan dimulai padabulan Desember 2017 hingga Februari 2018 mendatang. Persiapan ini meliputi Peraturan Gubernur (Perrgub) yang berkaitan dengan PPDB, pembuatan petunjuk pelaksanaan ( juklak) dan petunjuk teknis (juknis) terkait dengan implementasi zonasi PPDB, hingga persiapan sarana prasarana sekolah dan persiapan guru.

“Semua ini perlu persiapan matang dan ini tidak mudah. Artinya kami secara regulasi akan menyiapkan. Nanti kita lihat perkembangan di lapangan.” ujarnya

Selain itu, Ahmad menegaskan tentang pentingnya sosialisasi sistem zonasi kepada masyarakat. Menurutnya, sosialisasi diperlukan agar masyarakat pun memahami dan siap menghadapi sistem baru ini.

“Sehingga jangan marah, jika ada anak orang kaya dan pintar pula, tidak diterima di sekolah-sekolah kota. Artinya kami mengupayakan secara maksimal (red- pemerataan sekolah unggulan),” jelasnya.

Sosialisasi terkait sistem zonasi PPDB, kata Ahmad, akan dilakukan secara luas menggunakan berbagai media, baik itu media mainstream, maupun media internal dari Dinas Pendidikan Jawa Barat sendiri. 

“Perlu ada penyampaian yang lebih massif pada masyarakat, termasuk ke sekolah menengah pertama (SMP). Yang selanjutnya baru publikasi secara meluas,” pungkasnya.