Ketentuan PPDB Jalur Prestasi 2019
Berdasarkan Juknis PPDB 2019, prestasi non-UN merupakan prestasi bakat istimewa berdasarkan capaian kejuaraan dalam berbagai bidang, terutama kejuaraan yang diselenggarakan Kemendikbud atau Kemenag.
Ketentuan PPDB Jalur Prestasi 2019
Oleh Riska Y. Imilda
08 Mei 2019, 16:59 WIB    4595 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Jawa Barat telah ditetapkan menggunakan tiga jalur, yaitu zonasi, prestasi, dan perpindahan. Khusus jalur prestasi, seleksi calon peserta didik baru berdasarkan prestasi yang dicapai dari hasil perolehan nilai Ujian Nasional (UN) sekolah menengah pertama (SMP)/madrasah tsanawiyah (MTs.) atau sederajat dan prestasi non-UN.

Peserta didik yang masuk melalui jalur prestasi, yaitu peserta yang berdomisili di dalam dan/atau luar zonasi. Adapun prestasi non-UN, berupa prestasi bakat istimewa yang berhasil dicapai melalui berbagai kejuaraan, terutama yang pernah diselenggarakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) atau Kementerian Agama (Kemenag).

Seperti yang tertera dalam Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB 2019, calon peserta didik pada jalur prestasi sebanyak 5% dari total keseluruhan peserta didik yang diterima. Dengan ketentuan, 2,5% bagi prestasi nilai UN dan/atau 2,5% prestasi non-UN.

Untuk kategori perlombaan, bisa berupa Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FL2SN), Lomba Cipta Seni Pelajar Nasional (LCSPN), Kuis Kihajar (Kita Harus Belajar), Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomojari), Lomba Karya Jurnalistik Siswa Nasional (LKJS), Lomba Cipta Puisi, Cipta Lagu, melukis, dan membatik.

Selain itu, terdapat perlombaan yang diselenggarakan di luar Kemendikbud, seperti sains, teknologi, seni budaya, keteladanan, keagamaan, olahraga, bela negara, kepramukaan, dan Palang Merah Remaja.

Satuan pendidikan diberi kewenangan untuk memverifikasi piagam atau sertifikat sesuai ketentuan dan dapat melakukan uji kompetensi calon peserta didik sesuai kejuaraan yang diikutinya.

Sertifikat penghargaan kejuaraan dilegalisasi dengan ketentuan, berupa kejuaraan dari Kemendikbud yang disahkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) kota/kabupaten, tingkat provinsi, nasional atau internasional dan disahkan cabang dinas setempat serta Disdik Provinsi.

Kejuaraan dalam bidang olahraga, legalisasi dilakukan oleh KONI. Sedangkan kejuaraan bidang lainnya dilegalisasi oleh panitia penyelenggara.

Untuk prestasi hafiz Alquran atau prestasi dari agama lainnya, dibuktikan dengan sertifikat atau surat keterangan dari kantor Kemenag atau lembaga keagamaan penyelenggara sesuai tempat domisili calon peseta didik.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar