Peran Penting Guru dan Orang Tua dalam Pendidikan Reproduksi pada Anak
Pendidikan mengenai kesehatan reproduksi merupakan hal yang penting dan wajib diketahui remaja, mengingat remaja memiliki keingintahuan yang besar dan cenderung selalu ingin bereksplorasi.
Peran Penting Guru dan Orang Tua dalam Pendidikan Reproduksi pada Anak
Oleh Riska Y. Imilda
24 Mei 2019, 09:39 WIB    984 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Pendidikan mengenai kesehatan reproduksi merupakan hal penting dan wajib diketahui remaja. Mengingat, remaja memiliki rasa keingintahuan yang besar dan cenderung selalu ingin bereksplorasi. Bila hasrat menjelajahi ini tak dibarengi pertimbangan maka akan menimbulkan tindakan-tindakan berisiko tinggi bagi diri sendiri, orang lain maupun lingkungan.

Pentingnya memberikan pemahaman mengenai masalah kesehatan reproduksi inilah yang melatarbelakangi Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan mengadakan bimbingan teknis (bimtek) "Program Aksi Guru dalam Pendidikan Kesehatan Reproduksi" kepada guru-guru yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, Selasa (21/5/2019) seperti dilansir dari web Kemdikbud.go.id.

Kepala Subbagian Direktorat Kesehatan Usia Sekolah dan Remaja dari Kementerian Kesehatan, Wara Pratiwi mengatakan, pada umumnya remaja masih labil dan tidak sepenuhnya memahami konsekuensi dari setiap perbuatannya. Mereka lebih mudah mengikuti temannya dibandingkan orang tua atau guru. Oleh karena itu, guru dan penyuluh kesehatan remaja perlu memahami tentang psikologi remaja.

“Kesehatan reproduksi kerap disalahartikan secara sempit hanya sebagai hubungan seksual. Sehingga, banyak orang tua yang merasa tidak pantas membicarakannya dengan remaja. Padahal, kesehatan reproduksi merupakan keadaan fisik, mental, dan sosial yang sangat penting agar dimengerti oleh remaja,” tutur Wara.

Sementara itu, Kepala Subbagian Direktorat Program dan Evaluasi, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tina Jupartini menjelaskan, peran orang tua sangat penting dalam pemahaman kesehatan reproduksi yang benar dan utuh melalui cara-cara yang penuh keakraban dan persahabatan dengan anak.

“Tetapi, banyak orang tua yang mengabaikannya. Maka, sebagai profesi yang melekat dengan keluhuran budi, guru perlu mengambil peran guna menginjeksi pemahaman yang benar dan utuh tentang kesehatan reproduksi terhadap anak yang tidak pernah dibekali pemahaman dari orang tua,” paparnya.

Hal tersebut sebagai upaya menghindarkan anak dari pemahaman serta perilaku keliru tentang kesehatan reproduksi yang diperoleh lewat sumber-sumber sesat dan menjerumuskan. Perlahan tapi pasti, ke depan harus diupayakan dialog serta kerja sama yang lebih intens antara orang tua dan guru terkait materi serta metode pembekalan yang tepat tentang pendidikan jelang dan pasca-akil balig kepada seorang anak oleh orang tua di dalam keluarga.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar