Maksimalkan Pelayanan, PPDB 2019 di SMAN 1 Bandung Adopsi Pelayanan di Bank
Guna memaksimalkan pelayanan, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di SMAN 1 Bandung, Jln. Ir. H. Juanda No. 93, Kota Bandung mengadopsi pelayanan di bank.
Maksimalkan Pelayanan, PPDB 2019 di SMAN 1 Bandung Adopsi Pelayanan di Bank
Oleh Nizar Al Fadillah
18 Juni 2019, 12:50 WIB    385 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Ada pemandangan berbeda di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Bandung dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019. Tepatnya di ruang verifikasi data dan pemberkasan manual, sebuah layar proyektor terbentang di depan ruangan menampilkan data antrean calon peserta didik menyerupai pelayanan bank kepada para nasabah.

"Nomor antrean F7 ke loket 6," suara tersebut terdengar setelah salah satu loket pelayanan pendaftar kosong. Sejurus kemudian, calon peserta didik dengan nomor antrean yang disebutkan melangkah menuju loket yang telah ditentukan. Disambut senyuman operator, pendaftar pun mengisi formulir dan mengabsen satu per satu persyaratan yang harus dikumpulkan.

Kepala SMAN 1 Bandung, Dadang Yani Zakaria menjelaskan, penerapan pelayanan tersebut sebagai upaya untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. "Kami berupaya melayani dengan hati. Semua masyarakat yang hadir ke sekolah adalah tamu. Seberapapun banyaknya, kita akan melayani dengan maksimal," ungkapnya saat ditemui di SMAN 1, Jln. Ir. H. Juanda No. 93, Kota Bandung, Selasa (18/6/2019).

Ide tersebut, lanjut Dadang, dihasilkan melalui rapat persiapan yang dilakukan panitia PPDB sekolah. "Memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada serta ditunjang inovasi para guru sehingga diterapkanlah pelayanan seperti di bank ini," paparnya. 

Dadang mengatakan, meski pendaftar di hari pertama membeludak, pihaknya telah mengantisipasi hal tersebut dengan baik. Pihak sekolah menyiapkan ruangan khusus bagi calon peserta didik yang ingin menggali informasi seputar SMAN 1 Bandung. Hal tersebut merupakan inisiatif pihak sekolah karena tak terdapat dalam prosedur operasional standar (POS) PPDB.

"Jadi, para peserta banyak yang penasaran  mengenai profil SMAN 1 yang ditampilkan di ruang display. Sehingga, meskipun ada banyak pendaftar, semuanya tetap terlayani karena telah terbagi-bagi di beberapa ruangan," tuturnya.

Dadang mengungkapkan, jumlah pendaftar di hari pertama mencapai 336 calon peserta didik. Karena keterbatasan waktu, 16 pendaftar dilayani di hari kedua. Ia pun menjamin seluruh pendaftar akan terinput data proses seleksi. "Sebanyak apapun pendaftar, semua datanya pasti terinput," jelasnya.

Orang tua calon peserta didik, Yati Siti Nurhayati mengapresiasi pelayanan yang diterapkan SMAN 1. Selain dimanjakan dengan alur pendaftaran yang dibuat jelas dan mudah, ia dan anaknya pun sangat terbantu dengan pelayanan panitia PPDB. "Petugasnya pun komunikatif. Sehingga, ketika ada kebingungan mereka langsung membantu," ujarnya.

Hal senada diungkapkan salah seorang calon peserta didik, Muhammad Dzikri Ilham. Siswa lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pasundan 6 tersebut mengatakan, dirinya sangat terbantu oleh pelayanan yang diterapkan panitia. "Sangat terbantu, terlebih persyaratan pendaftaran pun sudah disiapkan semua," tutur siswa yang memilih jalur zonasi tersebut.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar