Kemendikbud Dorong Penggunaan HAKI pada Produk SMK
Kasubdit Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan SMK, Arie Wibowo Khurniawan.
Kemendikbud Dorong Penggunaan HAKI pada Produk SMK
Oleh Nizar Al Fadillah
26 Juni 2019, 11:34 WIB    267 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR – Sebanyak 100 sekolah menengah kejuruan (SMK) menghadiri sosialisasi seputar hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dan izin produksi produk SMK di Hotel Borneo Banjarmasin, Kamis (20/6/2019). Acara yang digagas Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini, diharapkan bisa meningkatkan kapasitas dan kualitas produk SMK yang berstandar dan bersertifikasi.

Kasubdit Program dan Evaluasi Direktorat Pembinaan SMK, Arie Wibowo Khurniawan menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mempersiapkan pameran produk SMK di gelaran "Food Expo Jepang" tahun 2020. 

“Syarat utama produk yang dipamerkan harus sudah HAKI. Syarat lainnya, produk harus dikemas dengan menarik agar nilai jual tinggi dan menjangkau pasar global,” ujarnya seperti dilansir psmk.kemendikbud.go.id

Dengan 146 kompetensi keahlian, lanjut Arie, SMK bisa memproduksi berbagai macam produk yang bisa dipasarkan kepada masyarakat luas.  “Demi terciptanya peningkatan kapasitas dan kualitas produk SMK yang berstandar dan bersertifikasi sehingga bernilai jual dan berdaya saing tinggi, beberapa hal perlu dibenahi,” katanya. 

Salah satu hal yang harus dibenahi, tambahnya, yaitu persoalan HAKI yang di dalamnya memuat merek, hak paten, desain industri, rahasia dagang, hak cipta, dan desain tata letak sirkuit terpadu (DTLST).

“Oleh sebab itu, kami mendorong agar setiap produk unggulan dari berbagai bidang di masing-masing SMK mendapatkan HAKI dan izin produksi produk SMK,” tegasnya.

Sebanyak 100 SMK yang menghadiri kegiatan sosialisasi ini merupakan satuan pendidikan yang telah mempunyai produk dari teaching factory. Dalam grand design SMK, teaching factory adalah suatu konsep pembelajaran berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri.

Ia menuturkan, sejak 2015 hingga 2018, jumlah SMK yang dikembangkan melalui program teaching factory sebanyak 852. “Kemendikbud pun akan terus mendorong setiap SMK untuk menerapkan strategi pembelajaran teaching factory,” pungkasnya.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar