Dukung Pengadaan Barang dan Jasa, Kemendikbud Luncurkan SIPLah
Kemendikbud meluncurkan Katalog Sektoral Pendidikan dan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah) di Plaza Insan Berprestasi Kantor Kemendikbud Jakarta, Selasa (25/6/2019).
Dukung Pengadaan Barang dan Jasa, Kemendikbud Luncurkan SIPLah
Oleh Riska Y. Imilda
27 Juni 2019, 09:25 WIB    148 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan Katalog Sektoral Pendidikan dan Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah), bertempat di Plaza Insan Berprestasi Kantor Kemendikbud Jakarta, Selasa (25/6/2019). Katalog ini bertujuan mendukung pengadaan barang dan jasa (PBJ) di setiap sekolah dalam menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler.

“Katalog SIPLah menjadi salah satu perwujudan komitmen Kemendikbud dalam mewujudkan tata kelola keungan pendidikan yang transparan dan akuntabel,” ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud, Didik Suhardi, seperti dilnasir dari Kemendikbud.go.id.

Didik mengatakan, inovasi dan elektronifikasi sektor PBJ merupakan suatu keniscayaan. Hal ini juga sesuai dengan amanat dan kebijakan pemerintah untuk penguatan tata kelola keuangan pendidikan yang telah diatur dalam Perpres PBJ Pemerintah Nomor 16 Tahun 2018.

Tak hanya itu, lanjutnya, berdasarkan Permendikbud Nomor 3 Tahun 2019 berkenaan dengan Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler, PBJ di sekolah bisa dilaksanakan secara online (daring) atau offline (luring). PBJ di sekolah yang dilakukan secara daring harus melalui sistem PBJ sekolah yang ditetapkan oleh Kemendikbud.

"Kemendikbud merancang SIPLah untuk digunakan dalam PBJ sekolah yang dilakukan secara daring. Kami berharap ini bisa meningkatkan akuntabilitas, transparansi, dan efektivitas serta pengawasan PBJ sekolah yang dananya bersumber dari dana BOS Reguler di Kemendikbud,” ujarnya.

Ia menjelaskan, BOS Reguler merupakan program pemerintah pusat untuk menyediakan pendanaan biaya operasi personalia dan nonpersonalia bagi sekolah yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) nonfisik. Penguatan PBJ dana transfer adalah kunci, dengan mempertimbangkan 63% dana pendidikan adalah dana transfer ke daerah. Atas dasar itu, SIPLah dan katalog sektoral dikembangkan dan didorong lebih lanjut.

“SIPLah dirancang untuk memanfaatkan online marketplace (sistem pasar daring) yang dioperasikan oleh pihak ketiga. Sistem pasar daring yang dapat dikategorikan sebagai SIPLah harus memiliki fitur tertentu serta memenuhi kebutuhan Kemendikbud. 'SIMPEL dan SIRENBAJA' merupakan bukti perjalanan inovasi di tataran internal,” ucap Didik.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar