Sekolah di Jabar Harus Tanggap Bencana
Sekolah di Jabar Harus Tanggap Bencana
Oleh Siti Maryam Delina F
30 Maret 2018, 00:00 WIB    89 views       Sejarah

BANDUNG, DISDIK JABAR.- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menggelar Sosialisasi Pengurangan Resiko Bencana Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana di SMA Negeri 5 Bandung, Jalan Belitung No. 8, Kota Bandung. Sosialisasi diadakan pada Rabu, 28 Maret 2018. Sosialisasi diberikan kepada siswa berupa evakuasi dasar saat terjadi bencana, evakuasi mandiri dan penyadaran diri. 

Kepala Bidang Mitigasi dan Kesiapsiagaan BPBD Jawa Barat, Eko Damayanto, berharap setiap sekolah di Jawa Barat dapat menerapkan prinsip-prinsip sekolah ramah becana. Terdapat tiga pilar sekolah ramah bencana, yaitu sisi pengelolaan manajemen, fisik bangunan sekolah, dan masyarakat sekolah yang tanggap bencana.   

Dari sisi manajemen, Eko Damayanto mengatakan, sekolah harus memiliki satuan tugas (satgas) tanggap bencana. Satgas tersebut berisikan guru-guru yang memiliki pemahaman dan pengetahuan mengenai bencana. Sehingga bisa menuntun siswa saat terjadi bencana dan melakukan evakuasi mandiri. 

“Terutama pengetahuan kepada siswa dan guru. Karena kalau dari sisi bangunan, sudah dibentuk. Tapi paling tidak bangunan sekolah cukup kuat menghadapi gempa ringan,” jelas Eko Damayanto. 

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SMA Negeri 5 Bandung, Eka Harijanto, mengatakan terbentuknya satgas di satuan pendidikan memang suatu kewajiban. Apalagi, dalam akreditasi sekolah, terdapat item kesiapsiagaan terhadap bencana. Selain itu, kini SMA Negeri 5 sedang melakukan upgrade ISO versi 2008 ke ISO versi 2015. 

“Dalam ISO versi 2015 itu ada poin yang mengatakan bahwa sekolah harus menerapkan prinsip-prinsip risk management. Realisasinya nanti kita akan memiliki SOP dan diturunkan dalam bentuk tim siaga bencana,” jelas Eka Harijanto.***   


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar