Sepak Terjang Sang Juara Metrologi LKS 2019
Siswa SMKN 6 Bandung, Rizal S. Ramadhan menjuarai LKS 2019 bidang metrologi.
Sepak Terjang Sang Juara Metrologi LKS 2019
Oleh Riska Y. Imilda
20 Juli 2019, 15:15 WIB    137 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Pantang menyerah! Kata-kata ajaib itu selalu tersemat dalam benak remaja kelahiran Kota Bandung, 29 November 2000, Rizal S. RamadhanPerjalanannya untuk sampai posisi pertama dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) 2019 bukanlah perkara mudah. Ia harus melewati jalan terjal dan berliku terlebih dahulu.

Kecintaan Rizal pada ilmu metrologi (disiplin ilmu yang mempelajari cara-cara pengukuran, kalibrasi, dan akurasi di bidang industri, ilmu pengetahuan, dan teknologi, red) sebenarnya baru dimulai pada 14 Februari 2019. 

“Di tanggal tersebut, saya mendapat tawaran dari guru untuk mengkuti lomba metrologi tingkat Provinsi Jawa Barat yang saat itu digelar di Cikarang,” ujarnya saat diwawancara, Sabtu (20/7/2019).

Terpilih menjadi perwakilan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Bandung juga tidak mudah bagi Rizal. Ia harus berkompetisi dengan delegasi di setiap kelas. Setelah melewati tahapan seleksi, siswa bertubuh tinggi dan hobi bermain futsal ini pun terpilih mewakili sekolahnya untuk mengikuti lomba metrologi di tingkat provinsi.

Sebanyak 94 peserta yang berasal dari berbagai kota/kabupaten berhasil ia kalahkan. Rizal menyabet juara pertama. Prestasi tersebut tentu membuat nama Rizal semakin dikenal dan sekolah pun bangga atas capaiannya itu. “Proses ini menjadi awal bagi saya. Saya sungguh bersyukur dan senang sekali saat itu,” tutur siswa jurusan teknik kendaraan ringan ini.

Namun, perjalanan Rizal menuju juara nasional tidak semulus yang ia bayangkan. Ia hanya mampu menduduki posisi 4. Kegagalan tersebut menjadi pelajaran yang sangat berarti baginya.

Hingga akhirnya Rizal mendapatkan kabar baik bahwa LKS 2019 yang digelar di Yogyakarta akan mengadakan kompetisi metrologi. “Tentu kabar tersebut membuat saya termotivasi. Saya ingin membuktikan kemampuan saya dan berusaha tidak gagal untuk kedua kalinya,” ucapnya.

Menjelang kompetisi, ia pun belajar dengan sungguh-sungguh. Bahkan, Rizal sampai mendatangi Politeknik Negeri Bandung (Polban) untuk lebih mendalami ilmu metrologi. "Padahal, saat itu bertepatan dengan libur sekolah. Tapi saya bertekad untuk terus belajar,” ungkapnya.

Terlebih ia tahu para pesaingnya adalah juara dalam kompetisi sebelumnya. Walaupun begitu, ia tetap optimis bahwa kerja keras tidak akan pernah mengkhianati hasil. Kerja keras, dukungan dari orang tua dan berbagai pihak serta doa menjadi motivasi Rizal dalam berjuang.

“Saya harus memberikan yang terbaik. Tidak boleh gagal untuk kedua kali. Maka dari itu, saya berlatih sungguh-sungguh dan mendengarkan arahan pembimbing. Mereka sudah memberikan dukungan, juga guru-guru teknik kendaraan SMKN 6 Bandung,” tuturnya.

Akhirnya, Rizal pun bisa membahagiakan dan membanggakan orang tuanya atas prestasi yang ia raih di LKS 2019 ini. “Tentu mereka bahagia dan bangga atas prestasi yang telah saya raih,” ungkapnya sumringah.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar