Pembaharuan Pendidikan demi Terciptanya Kesetaraan
Head of Program Semua Murid Semua Guru, Widita Kustrini dalam Ngobrol Publik "Urgensi Inovasi dan Kolaborasi dalam Pendidikan Karakter Abad 21" di Aula Tikomdik Disdik Jabar, Kamis (29/8/2019).
Pembaharuan Pendidikan demi Terciptanya Kesetaraan
Oleh Riska Y. Imilda
29 Agustus 2019, 19:56 WIB    257 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Berbicara mengenai pendidikan pasti mengingatkan kita pada masa depan bangsa. Pembaharuan demi pembaharuan harus gencar dilakukan, terutama melihat pendidikan di Indonesia yang saat ini dalam taraf atau kondisi darurat.

Hal tersebut disampaikan Head of Program Semua Murid Semua Guru, Widita Kustrini dalam forum Ngobrol Publik bertajuk "Urgensi Inovasi dan Kolaborasi dalam Pendidikan Karakter Abad 21" di Aula Tikomdik Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Kamis (29/8/2019). 

Menurutnya, akses pendidikan di beberapa daerah atau kota di Indonesia tidak merata. "Misalnya, di Kota Bandung dan Jakarta mungkin masih banyak sekolah yang kondisinya tidak baik. Mulai dari sarana atau prasarana hingga kurangnya guru," ungkapnya.

Kualitas para guru juga, lanjut Widita, menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Bahkan, di pedalaman Kota Jakarta masih ditemukan beberapa sekolah yang kualitas guru dan fasilitasnya terbatas.

"Oleh karena itu, diperlukan sistem peningkatan kualitas guru untuk kesetaraan pendidikan," ujarnya.

Sebenarnya, tambah Widita, pendidikan di Indonesia sudah mulai merata, tetapi kesetaraan masih belum bisa dirasakan oleh semua daerah. Banyak yang menyalahkan bahwa sekolah adalah tanggung jawab pemerintah, padahal pada kenyataannya pendidikan menjadi tanggung jawab semua masyarakat Indonesia.

Ia menjelaskan, diperlukan pendekatan kepada masyarakat untuk mencetuskan formula-formula yang menyatakan bahwa pendidikan itu tanggung jawab publik. Maka, publik harus berdaya untuk menciptakan kemitraan antara murid, guru, dan masyarakat.

"Partisipasi masyarakat dalam pendidikan juga dapat membantu mempercepat kesetaraaan kualitas maupun akses pendidikan. Maka dari itu, tidak akan ada lagi yang mengatakan bahwa pendidikan tanggung jawab pemerintah , tapi pendidikan adalah tanggung jawab kita dan saya berdaya untuk mendorong perubahan pendidikan," tegasnya.

Kontribusi yang telah dibuktikan, tambah Widita, seperti inovasi dan kolaborasi sudah ada. Contohnya, di Kota Bandung sudah ada perpustakan "Ilmu Loka" yang membantu masyarakat untuk berdaya dan berkembang.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar