Atlet Bulu Tangkis Gondol Tiga Medali
Atlet bulu tangkis Jabar, Khuzaima Nurhasanah raih medali emas di nomor pertandingan tunggal putri O2SN SMP Tingkat Nasional 2019.
Atlet Bulu Tangkis Gondol Tiga Medali
Oleh Nizar Al Fadillah
29 Agustus 2019, 21:36 WIB    259 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR — Atlet kontingen Jawa Barat tak henti-hentinya menorehkan prestasi di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tingkat Nasional Tahun 2019. Tak tanggung-tanggung, kali ini atlet cabang olahraga bulu tangkis menggondol tiga medali. 

Tiap-tiap medali diraih oleh Khuzaima Nurhasanah (medali emas nomor pertandingan tunggal putri jenjang SMP), Anggia Tri Agustin (medali perak nomor pertandingan tunggal putri jenjang SD), dan Muhammad Raihan Nur Alamsyah (medali perak medali nomor pertandingan tunggal putra jenjang SD). Sedangkan Rizky Dwi Cahyo (nomor pertandingan tunggal putra jenjang SMP), meski tak mendapat medali, tapi masuk delapan besar nasional.

Khuzaima amat bangga dengan prestasi yang diraihnya. Ia pun bertekad menambah dan mempertahankan prestasi di kejuaraan lainnya. “Semoga, di turnamen selanjutnya saya bisa lebih fokus dan tampil dengan peforma terbaik,” harapnnya, saat ditemui usai upacara penghormatan pemenang di GOR Gelora USM, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Semarang, Kamis (29/8/2019). 

Sedangkan bagi Anggia, meski bisa mempersembahkan medali, ia tetep merasa belum puas. Anggia pun akan berupaya lebih keras agar bisa meningkatkan prestasi di kejuaraan selanjutnya. “Tadi di final saya lumayan nervous sih, tapi ya tetap semangat. Pastinya, nanti SMP saya harus latihan lebih maksimal biar dapat emas,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Raihan. Kalah tipis di laga final melawan atlet kontingen Jakarta, Izza Al Faruq menggandakan semangatnya untuk berlatih keras. “Memang harus lebih giat dan keras,” ucap atlet yang mengidolakan Lee Chong Wei itu.

Pelatih bulu tangkis SD, Ali Mustafa mengaku cukup puas atas prestasi yang diraih anak didiknya. Baginya, baik Raihan maupun Anggia telah berupaya maksimal hingga bisa masuk ke babak final. Namun, kualitas dan jam terbang lawan di final menjadi pembeda di laga pamungkas. “Kita hanya kalah matang saat di lapangan. Tapi, dua-duanya tetap layak diapresiasi karena memang memiliki kualiatas,” ungkapnya.

Ke depan, Ali berharap pemerintah melalui satuan pendidikan bisa lebih mengoptimalkan bibit-bibit siswa yang memiliki bakat di bidang bulu tangkis sejak sekolah dasar dan bekerja sama dengan klub bulu tangkis sebagai wadah pembinaan. “Sinergi harus dibangun agar kualitas anak menjadi lebih berkembang,” pungkasnya.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar