Polban Jalin Kerja Sama dengan SMK Jabar Jurusan Kimia Analisis
Sebanyak 7 SMK di Jabar menjalin kerja sama dengan Politeknik Negeri Bandung di bidang pembinaan jurusan kimia analisis.
Polban Jalin Kerja Sama dengan SMK Jabar Jurusan Kimia Analisis
Oleh Nizar Al Fadillah
11 September 2019, 13:23 WIB    215 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Sebanyak 7 sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Barat (Jabar) menjalin kerja sama dengan Politeknik Negeri (Polban) Bandung di bidang pembinaan jurusan kimia analisis, dengan lama pendidikan 4 tahun. Nota kesepahaman tersebut ditandatangani Direktur Polban, Rachmad Imbang Tritjahjono dengan tujuh kepala sekolah terkait. Penandatanganan kerja sama ini dihadiri pula oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dewi Sartika.

Ketujuh SMK tersebut, yakni SMK Bani Salah Bekasi, SMKN 13 Bandung, SMKN 5 Bandung, SMKN 5 Bekasi, SMKN 4 Garut, SMK Analisis Kimia YPKI Bogor, dan SMK Analis Kimia Nusa Bangsa Bogor. Kerja sama yang akan dilakukan, yakni pengembangan di bidang pendidikan vokasi, pengembangan sumber daya manusia (SDM), pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan tata kelola yang akan berjalan selama 5 tahun.

Kadisdik mengatakan, kerja sama ini merupakan model pembinaan kolaboratif antara perguruan tinggi dengan satuan pendidikan dalam meningkatkan SDM, khususnya siswa. "Saya berterima kasih dan sangat mengapresiasi kerja sama ini. Kami akan terus mendukung dan meninjau prosesnya serta menganalisis melalui evaluasi. Semoga, kerja sama seperti ini terus terjalin dan berkembang," ungkap Kadisdik saat ditemui di Gedung Direktorat Polban, Jln. Gegerkalong Hilir, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (11/9/2019).

Kerja sama ini, tambah Kadisdik, bisa menunjang proses pengembangan 8 standar mutu pendidikan nasional yang harus diterapkan sekolah. Ini pun merupakan upaya konkret perwujudan revitalisasi SMK. "Sehingga, masyarakat yang menitipkan anak-anaknya di sekolah harus bisa kita persiapkan agar mereka mampu menghadapi abad 21 yang disrupsi saat ini," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Polban, Rachmad Imbang Tritjahjono mengatakan, kerja sama ini dilandaskan pentingnya pengembangan SDM di bidang ilmu terapan. Menurutnya, ilmu terapan merupakan kebutuhan utama di dunia industri saat ini. "Presiden Jokowi sudah melihat betapa pentingnya pendidikan vokasi. Sehingga, kita harus benar-benar mewaspadai, jangan sampai salah menanganinya. Kita bisa memulai proses tersebut di pendidikan menengah kejuruan," tuturnya.

Ia menegaskan, pihaknya sangat mendukung dan siap mewadahi kemampuan siswa ataupun akademisi lainnya yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang keilmuan. "Kalau memang siswa punya kemampuan, kita harus memberi ruang. Jangan dibatasi karena itu aset negara. Yang namanya pendidikan itu harus menolong, bukan membatasi," tegasnya.

Kepala SMKN 5 Bandung, Rini Ambarwati pun menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini sangat dibutuhkan. Karena, meningkatkan pendidikan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. "Kolaborasi ini sangat bagus dan mudah-mudahan dapat berjalan sesuai nota kesepahaman yang kita tanda tangani hari ini," harapnya.

Rini menjelaskan, beberapa kegiatan turunan yang akan dilakukan, yaitu peningkatan kualitas anak dengan memudahkan akses bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke Polban, peningkatan kualitas guru dengan program guru magang, dan mendatangkan dosen untuk menyampaikan materi pendidikan ke sekolah. "Banyak hal yang bisa kita lakukan dalam kerja sama ini," pungkasnya.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar