Pendidikan Vokasi Dituntut Tingkatkan Jiwa Wirausaha
Sumber : SMKN 9 BANDUNG
Pendidikan Vokasi Dituntut Tingkatkan Jiwa Wirausaha
Diposting oleh MAR
02 Maret 2018, 00:00 WIB    17 views       Opini

BANDUNG - Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan ada 12 jurusan SMK yang sudah dianggap jenuh. Jurusan tersebut adalah Teknik Komputer dan Jaringan, Administrasi Perkantoran, Teknik Kendaraan Ringan, Teknis Sepeda Motor, Akuntansi, Pemasaran, Rekayasa Perangkat Lunak, Multimedia, Farmasi, Keperawatawan, Teknik Peremesinan dan terakhir Akomodasi Perhotelan. 

Kedua belas jurusan tersebut, ianggap jenuh karena jumlah SMK yang mengembangkan jurusan tersebut sudah terlalu banyak, sedangkan serapan lulusan di industri usaha tidak banyak. Akibatnya, banyak lulusan SMK yang menganggur karena sulit mencari pekerjaan.   “Kita melihat dari dua sisi, pertama berkenaan dengan serapan tenaga kerja, yang kedua kita juga mendorong agar lulusan SMK bisa mandiri, dalam arti menumbuhkan jiwa entrepreneur,” ujar Hadadi saat ditemui pada acara Forum Dialog Pendidikan dan Kebudayan dengan tema \"Revitalisasi Pendidikan Vokasi Mendukung Kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri” di SMK Negeri 9 Bandung, Jalan Soekarno Hatta No. Km 10, Jatisari, Buat Batu, Kota Bandung, (1/3/2018). 

Ia menyebutkan, untuk menanggulangi jurusan yang jenuh tersebut, SMK dituntut untuk terus mengembangkan diri menjadi sekolah yang mandiri. Selain itu, penting pula penerapan jiwa wirausaha kepada peserta didik, sehingga lulusan SMK tidak hanya menjadi pekerja, akan tetapi membuka lapangan pekerjaan.

“Langkah pertama yang akan kami lakukan dengan jurusan-jurusan tersebut adalah memantau terus perkembangan dunia industri. Kedua, kami menekankan agar sekolah mengembangkan jiwa kewirausahaan. Sehingga diharapkan anak-anak siap untuk mandiri, siap untuk mengembangkan diri,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 9 Bandung Ontahari mengatakan, untuk mencegah lulusan SMK menganggur, pihaknya sudah mempersiapkan siswa secara matang melalui peningkatkan kompetensi dan keahlian siswa. Pria yang biasa disapa Hari ini pun menyebutkan, selama ini pemerintah memberi dukungan ke sekolah, berupa bantuan sarana prasarana, seperti gedung baru hingga peralatan praktik dengan kualitas yang baik. 

“Setiap selesai Ujian Nasional, indusri yang datang ke sini, bukan anak-anak yang datang ke industri. Tiga hari berturut-turut banyak perusahaan yang datang ke sekolah ini untuk mencari tenaga kerja. Jadi kita tidak perlu merasa takut kekurangan peluang dari perusahaan,” jelasnya.  

Selain itu, pihaknya pun mendorong lulusannya agar tidak selalu melamar pekerjaan ke sebuah perusahaan, tetapi juga mengembangkan diri dengan membuka usaha sendiri. Hal ini tentu akan mendorong lulusan SMK agar lebih mandiri, tidak menganggur, dan bahkan bisa membuka lapangan pekerjaan juga untuk orang lain.      .   


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar