SLBN Taruna Mandiri Kuningan Selenggarakan Bimtek Peningkatan Mutu Guru SLB
Guru SMK Tekung Lumajang, Retna Irrawati menjadi pemateri pada kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Mutu Guru SLB, Selasa (8/10/2019).
SLBN Taruna Mandiri Kuningan Selenggarakan Bimtek Peningkatan Mutu Guru SLB
Oleh Riska Y. Imilda
09 Oktober 2019, 16:18 WIB    119 views       Headline

BANDUNG,DISDIK JABAR — Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Taruna Mandiri Kuningan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Mutu Guru SLB guna merevitalisasi program keterampilan atau vokasional, Selasa (8/10/2019). Sebanyak 14 guru SLB di Kabupaten Kuningan mengikuti kegiatan ini, dengan harapan dapat menambah wawasan, praktik, dan pengalaman sehingga dapat diterapkan pada kegiatan belajar mengajar.

Kegiatan ini dilatarbelakangi kebijakan Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus yang ingin menyempurnakan berbagai program dengan kelanjutan program Peningkatan Mutu Pendidikan Bidang Vokasi. Pelatihan guru dan tenaga pendidikan bidang vokasional ini bisa menjadi ajang menyempurnakan perangkat pembelajaran, pelaksanaan, pembelajaran, praktik, dan penilaian dalam bidang vokasi/keterampilan.

Pemateri sekaligus Guru SMK Tekung Lumajang, Retna Irrawati menjelaskan, pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial serta memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. “Maka dari itu, diperlukan kemampuan khusus bagi guru SLB untuk bisa memberikan pembelajaran kepada siswa istimewanya,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (9/10/2019).

Seperti yang tercantum pada Pasal 32 (1) UU No. 20 Tahun 2003 memberikan batasan bahwa pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Teknis layanan pendidikan jenis pendidikan khusus untuk peserta didik berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa, bisa dilakukan secara inklusif atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah.

Meningkatan mutu pembelajaran bidang vokasi/keterampilan pendidikan khusus, menurutnya, upaya mendukung keberhasilan implementasi kurikulum 2013 pendidikan khusus di tingkat satuan pendidikan. “Hal ini harus dimulai dari gurunya, khususnya meningkatkan mutu pembelajaran bidang vokasi/keterampilan yang dikembangkan di masing-masing sekolah,” ucapnya.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar