SMAN 10 Bandung Deklarasikan Sekolah Ramah Anak
SMAN 10 Bandung Deklarasikan Sekolah Ramah Anak
Oleh MAR
27 Februari 2018, 00:00 WIB    287 views       Headline

BANDUNG - SMA Negeri 10 Bandung menyelenggarakan Deklarasi Sekolah Ramah Anak dan Peresmian gedung baru yang diresmikan oleh Sekertaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Iwa Kartiwa, sebagai perwakilan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Netty Heryawan dan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi. Acara dilaksanakan di SMA Negeri 10 Bandung, Jalan Cikutra No.77 Kota Bandung, (27/2/2018).

Program Sekolah Ramah Anak sudah dicanangkan oleh Heryawan pada akhir tahun 2017 lalu. SMA Negeri 10 Bandung merupakan salah satu sekolah yang kembali mengukuhkan Sekolah Ramah Anak tersebut. Netty menuturkan, jangan sampai Sekolah Ramah Anak tersebut hanya bersifat normatif, akan tetapi benar-benar diimplementasikan di semua sekolah di Jabar. 

“Hal ini diterapkan khususnya di SMA/SMK/SLB di Jabar. Apalagi sekarang pengelolaan sekolah-sekolah tersebut, sudah berada di Provinsi Jabar. Jadi artinya pengawasannya, kemudian juga evaluasinya, lebih mudah. Jadi ingin kita pastikan semua sekolah di Jabar bisa memulai pencanangan Sekolah Ramah Anak,” ujar Netty.

Dia menjelaskan, pencanangan Sekolah Ramah Anak ini bisa dimulai dari sumber daya yang dimiliki oleh sekolah. Menurutnya, Sekolah Ramah Anak ini harus komperhensif, mulai dari aspek fisik atau infrastruktur, bahan ajar, kurikulum, sampai kepada  brainware. 

Brainware merupakan sumber daya manusia yang terlibat dalam proses belajar mengajar, seperti kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan. Seluruhnya harus memiliki pemahaman mengenai Sekolah Ramah Anak. 

“Dalam kesempatan kali ini, saya ingin memastikan bahwa ada tiga hal yang harus diproritaskan dalam penerapan Sekolah Ramah Anak. Pertama adalah pola hubungan yang terjalin antara guru, kepala sekolah dan siswa. Kedua adalah proses belajar, dan yang ketiga adalah penanganan masalah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 10 Bandung, Ade Suryaman menjelaskan, pada 2016 lalu pihaknya diberi satu kepercayaan untuk menjadi sekolah rujukan. Sekolah rujukan tersebut artinya sudah mempunyai komitmen tidak hanya kepada pribadi, sekolah, akan tetapi pada masyarakat.

“Dalam rujukan tersebut, ada komitmen, apalagi kita sebagai Sekolah Ramah Anak dan Sekolah Ramah Lingkungan. Motto yang selalu digemborkan dalam sekolah rujukan adalah maju bersama, hebat semua,” pungkasnya.    


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar