Kabid PSMK: Harus Ada Konsistensi untuk Meningkatkan SDM Lulusan SMK
Kabid PSMK, Deden Saiful Hidayat dalam acara FGD Pelatihan Vokasi di El Hotel Royale Bandung, Jln. Merdeka No. 2, Kota Bandung, Rabu (30/10/2019).
Kabid PSMK: Harus Ada Konsistensi untuk Meningkatkan SDM Lulusan SMK
Oleh Nizar Al Fadillah
30 Oktober 2019, 15:43 WIB    88 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Sebagai lembaga yang menyiapkan sumber daya manusia (SDM) bermutu dan berdaya saing, sekolah menengah kejuruan (SMK) dituntut menggaet dunia industri dan lembaga lain guna mencapai tujuan tersebut. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) PSMK Dinas Pendidikan Jawa Barat, Deden Saiful Hidayat.

"SMK harus ditunjang oleh lembaga lain karena investornya adalah mereka. Kita punya SDM, tugas kita menyiapkan SDM yang kompeten, berdaya saing, dan berkarakter," ujarnya, saat ditemui usai mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Pelatihan Vokasi di  El Hotel Royale Bandung, Jln. Merdeka No. 2, Kota Bandung, Rabu (30/10/2019).

Kerja sama tersebut, menurut Deden, bisa berbentuk program yang menunjang peningkatan kompetensi siswa. Seperti, mengalakkan link and match dengan dunia industri, memaksimalkan lembaga sertifikasi, mengoptimalkan teaching factory di seluruh jurusan, dan menyesuaikan kurikulum pendidikan dengan dunia industri.

"Bahkan, kita sudah bersinergi dengan Kementerian Industri guna menyiapkan 42 kompetensi keahlian yang harus dikembangkan. Dua di antaranya sektor pertanian dan pariwisata," tuturnya.

Jika semua berjalan maksimal, ia yakin tak ada lagi istilah pengangguran terbuka yang disandang lulusan SMK. 

Deden pun mengapresiasi kegiatan FGD Pelatihan Vokasi yang digagas Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jabar. Yang paling penting, harus ada komitmen dan konsistensi yang terjalin antara seluruh stakeholder guna meningkatkan mutu SDM di Jabar. Mulai dari lembaga pendidikan, industri hingga lembaga ketenagakerjaan. "Kuncinya adalah kolaborasi," tegasnya.

Dalam diskusi tersebut, Deden mencatat ada satu hal yang belum diterapkan pendidikan vokasi di Jabar, yakni melakukan uji profesi. "Kalau di Jerman, fokusnya pada uji profesi. Sedangkan kita terpaku pada uji kompetensi saja. Ke depan, ini akan kita coba rumuskan agar bisa diimplementasikan di Jabar," tutupnya.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar