Batan Hadirkan Wisata Nuklir untuk Masyarakat
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial didampingi Kepala Batan, Anhar R. Antariksawan meresmikan Wisata Teknologi Nuklir di Jln. Taman Sari No. 71, Kota Bandung, Rabu (30/10/2019).
Batan Hadirkan Wisata Nuklir untuk Masyarakat
Oleh Adam Putra Senjaya/Riska Y. Imilda
31 Oktober 2019, 07:14 WIB    136 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Pusat Sains Teknologi Nuklir Terapan (PSTNT) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meresmikan Wisata Teknologi Nuklir di Jln. Taman Sari No. 71, Kota Bandung, Rabu (30/10/2019). Salah satu tujuan wisata ini untuk meluruskan persepsi masyarakat terhadap nuklir.

Kepala Batan, Anhar R. Antariksawan mengatakan, masyarakat Indonesia banyak yang memandang nuklir identik dengan bom dan sesuatu yang berbahaya. "Padahal, banyak juga yang tidak berbahaya. Contohnya reaktor nuklir, sama sekali tidak ada radiasi dan tidak membahayakan," jelasnya.

Anhar menyatakan, kini Batan memiliki dua produk unggulan hasil reaktor nuklir pertama di Indonesia. Hasil nuklir Batan ini bisa dimanfaatkan untuk mempercepat tumbuhan.

"Kami punya varietas unggul, yaitu padi, kedelai, dan kacang hijau. Produk hasil reaktor nuklir ini untuk mempercepat pertumbuhan. Misalnya, kalau cabai ingin cepat tumbuh bisa menggunakan ini. Seperti di Bali, kami sudah menerapkan," ungkapnya.

Mutasi radiasi, dijelaskan Anhar, yaitu proses perubahan genetika atau DNA yang kemudian diubah sedemikian rupa sehingga menghasilkan karakteristik yang lebih baik. "Misalkan padi di Cianjur, Jawa Barat. Itu sudah kami perbaiki karakteristiknya sehingga panen yang dihasilkan menjadi lebih banyak. Wanginya juga masih ada dan rasanya masih sama, hanya bentuknya saja pendek," paparnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial yang hadir meresmikan acara tersebut berharap, Wisata Teknologi Nuklir ini bisa mengedukasi dan mengubah pandangan masyarakat terhadap wisata nuklir. 

"Selama ini kan masyarakat kalau dengar nuklir takut, padahal ternyata nuklir itu sesungguhnya punya dua fungsi. Pertama untuk perdamaian dan kedua untuk pemanfaatan masyarakat," ujar Oded.

Oded juga berharap mutasi radiasi bisa diterapkan di sawah abadi yang ada di Kota Bandung.
 
Wisata Teknologi Nuklir dibuka setiap Senin dan Selasa pada jam kerja. Masuk kawasan ini sama sekali tidak dipungut biaya alias gratis. Setiap hari, wisata ini hanya menerima kunjungan maksimal 100 orang. Namun, sebelumnya pengunjung harus mengirim surat permohonan kunjungan.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar