Kisah Indri dan Prestasinya sebagai Wirausahawan Muda
Siswi kelas XI SMKN 11 Bandung, Indri Meylani (16) sukses menjalankan bisnis "Brownies Bandung Maestro".
Kisah Indri dan Prestasinya sebagai Wirausahawan Muda
Oleh Nizar Al Fadillah
04 November 2019, 14:08 WIB    213 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - "Alon-alon asal kelakon". Peribahasa tersebut tepat disematkan kepada Indri Meylani (16). Menekuni dunia wirausaha sejak sekolah dasar (SD), menjadikan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 11 Bandung ini matang dan sukses sebagai wirausahawan muda. Melalui produk "Brownies Bandung Maestro" miliknya, penghasilan Indri bisa mencapai Rp 7 juta per bulan.

Brownies Bandung Maestro diproduksi secara mandiri oleh Indri. Sampai saat ini, ada dua jenis pembuatan, yakni brownies kukus dan panggang dengan berbagai varian rasa, yakni cokelat, tiramisu, dan susu Lembang. Hanya dengan merogoh kocek Rp 30 ribu, brownies lembut tersebut siap dibawa pulang.

Indri mengaku, selain usaha dan kerja kerasnya, capaian tersebut juga tak lepas dari pihak sekolah yang mendukung dirinya untuk berwirausaha. Terlebih, SMK memang mencetak siswa yang nantinya mampu bekerja, berwirausaha atau melanjutkan pendidikan. "Sekolah sangat membantu pengembangan usaha Indri. Penjualan secara online itu dikenalkan oleh sekolah, kemudian ditunjang fasilitas seperti banner (untuk promosi) dan memberikan kesempatan ke luar kota guna mempresentasikan produk," jelasnya saat ditemui, Senin (4/11/2019).

Berwirausaha Sejak Belia dan Peran Ayah

Siswi kelahiran Cimahi, 25 Mei 2003 ini bercerita, dirinya mulai berwirausaha sejak SD, tepatnya saat duduk di kelas II. Saat itu, ia menjual casing (sarung) handphone dari bahan kaus kaki. "Jualannya laku semua, cuma enggak balik modal. Soalnya, harga barang seribu rupiah, tapi dijual lima ratus rupiah. Namanya juga masih kecil, ya," ungkapnya sambil tertawa.
 
Ketika duduk di kelas V SD, Indri menemukan potensi wirausaha di bidang lain, yakni kuliner. Hal tersebut berangkat dari profesi ayahnya yang sempat menjadi pembuat brownies di salah satu perusahaan. Awalnya, brownies yang dijual dipasok dari produksi teman kerja ayahnya. Namun, tak lama berselang ayahnya memilih memproduksi dan menjual brownies buatannya sendiri. "Waktu itu sudah punya toko sendiri dan sudah memasok brownies ke berbagai tempat penjualan oleh-oleh di Bandung," tuturnya.

Masih hangat dalam ingatan Indri saat ikut mengantarkan brownies bersama ayahnya. "Bapak bawa motor dan di belakangnya ada keranjang barang. Nah, Indri ikut masuk ke keranjang kue Ayah di belakang," kenangnya.

Kedekatan hubungan Indri dengan Ayahnya, menginspirasi putri dari pasangan Nandang Taryana dan Siti Sa'adah ini fokus merintis usaha di bidang kuliner. "Saya mulai bikin brand sendiri ketika SMP. Udah mem-branding dan packaging brownies sendiri," tutur siswa kelas XI itu.

Inovasi

Setelah membuat brand sendiri, langkah selanjutnya, Indri memasarkan produknya secara daring, mulai dari media sosial hingga marketplace nasional. "Medsos udah jalan melalui WhatsApp dan Instagram. Kalau yang marketplace butuh usaha esktra karena persaingan lebih besar," ungkapnya.

Ke depan, ia akan berinovasi menciptakan brownies dengan ukuran yang lebih kecil agar harganya pas di kantong pelajar. "Kalau di sekolah, dengan harga Rp 30 ribu, targetnya Ibu dan Bapak Guru. Nah, dengan membuat yang lebih kecil dengan kisaran harga Rp 10 ribu, anak sekolah juga bisa beli," ujar siswi jurusan akuntansi dan tata keuangan lembaga tersebut.

Berani Berbicara

Menurut Indri, salah satu kemampuan yang harus dimiliki agar mampu menjadi wirausahawan sukses, yakni menguasai public speaking atau berani berbicara di depan umum, baik untuk mengutarakan gagasan ataupun mempromosikan produk. "Itu penting banget, soalnya pemasaran produk itu harus bisa meyakinkan konsumen. Kalau kita menawarkan produk kita dengan ragu, konsumen pun bakal sulit percaya," ungkap bungsu dari tiga bersaudara tersebut.

Berangkat dari sana, ia pun mencoba mendalami ilmu public speaking. Hal tersebut, diakui Indri tak sulit karena dirinya memang tipikal orang yang suka ngobrol. "Belajarnya autodidiak dan karena memang suka ngomong, jadi bakat itu dialihkan ke sini (public speaking, red) biar lebih bermanfaat. Terus termotivasi Ayah juga," tutur siswa yang mengidolakan Bob Sadino ini.

Hal tersebut tercermin saat Indri mempresentasikan produknya di depan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar), Deden Saiful Hidayat serta belasan kepala SMK dan puluhan guru SMKN 11 Bandung yang hadir dalam kegiatan "Eskpose SMK Rujukan" yang digelar pada Kamis (31/10/2019). Ia berhasil mengenalkan produknya dengan baik dan penuh percaya diri. Itu bisa dilihat kala ia berkelakar dan membuat audiensinya tertawa, menandakan ia sangat rileks berbicara di depan orang banyak.  

Ia pun mengajak seluruh pelajar agar mulai berani berwirausaha. "Jangan takut mencoba karena mencoba itu enggak ada salahnya. Mencoba enggak akan merugikan kita, malah kita akan mendapat pengalaman baru dari mencoba," pungkasnya.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar