Terinspirasi Siswanya yang Jatuh Cinta, Dini Handayani Ciptakan IDBC System
Guru SLBN Cinta Asih Kabupaten Soreang, Dini Handayani berhasil menyabet juara I Kompetisi Inovasi Jawa Barat 2019 berkat inovasinya menciptakan IDBC System.
Terinspirasi Siswanya yang Jatuh Cinta, Dini Handayani Ciptakan IDBC System
Oleh Nizar Al Fadillah
18 November 2019, 13:00 WIB    73 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Ide untuk berinovasi bisa muncul dari mana saja, tak terkecuali bagi guru SLBN Cinta Asih Kabupaten Soreang, Dini Handayani. Guru yang menyabet juara I Kompetisi Inovasi Jawa Barat 2019 berkat inovasinya menciptakan Indonesian Deaf and Blind Communication (IDBC) System itu mengaku, inspirasi membuat inovasi tersebut berawal dari dua siswanya yang saling jatuh cinta.

IDBC System merupakan sistem komunikasi bagi siswa tunanetra dan tunarungu melalui metode taklif atau sentuhan dengan memanfaatkan buku jari di telapak tangan. Bagi keduanya, metode sentuhan masih bisa ditangkap dengan baik.

Dini bercerita, saat itu, tepatnya pada 2014, ada salah seorang siswa tunanetra yang menyukai siswa tunarungu. Ia ingin memberinya cokelat sebagai simbol ketetertarikannya. Namun karena terkendala komunikasi, sebagai gurunya, Dini diminta oleh siswanya itu untuk menyampaikan perasaannya tersebut. Sayangnya, perasaannya tak berbalas. "Sebagai perantara, saya enggak enak banget dong menyampaikannya. Mana mungkin saya bilang gitu," ujarnya saat ditemui, Senin (18/11/2019).

Dari sana, ia mulai memahami bahwa komunikasi antarkedua individu itu amatlah penting. Tak terkecuali bagi para siswa SLB, dalam hal ini siswa tunarungu dan tunanetra. Ia pun mulai menganalisis dan menciptakan metode berkomunikasi bagi para siswa.

Pada 2016, ia mulai menggunakan sandi morse sebagai media komunikasi. Namun, pada prosesnya, penggunaannya tidak terlalu efektif karena sulit dihafalkan. Menjawab permasalahan tersebut, ia pun mencoba mencari ide lain. Ide pun muncul saat ia dan beberapa siswa SLB mengikuti camp komunikasi di Lembang pada awal 2019.

"Ternyata yang lebih mudah bagi mereka adalah sentuhan yang gerakannya berdasarkan pengalaman mereka berkomunikasi. Sentuhan yang dilakukan mereka untuk berinteraksi di kegiatan tersebut kita tampung, lihat, dan ujikan satu per satu," paparnya.

Hingga saat ini, sudah ada 36 kata percakapan sehari-hari yang telah dibuat dan digunakan siswanya. "Tentu akan terus bertambah. Nantinya akan kita buat kamus khusus," ucapnya.

Ia berharap, dengan IDBC System ini, para siswa nantinya bisa berkomunikasi dengan lancar ketika saling bertemu, baik di sekolah maupun di tempat umum. "Karena pertemuan mereka sering, bisa di FLS2N, O2SN atau di tempat lainnya. Momen mereka bertemu itu banyak," ungkapnya.

Pelopor

Terobosan Dini tersebut sontak melambungkan namanya hingga tingkat nasional. Guru peraih juara Guru SLB Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Provinsi Tahun 2018 ini menuturkan, sudah ada berbagai permintaan dari provinsi lain untuk mensosialisasikan IDBC System, di antaranya dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Namun, tawaran tersebut masih sulit terlaksana karena pendanaan yang kurang memadai. "Soalnya, untuk transportasi dan penyediaan media masih dicetak sendiri. Itu sedikit menghambat," tuturnya. 

Ia pun berharap, pemerintah bersedia membantu mengembangkan IDBC System yang ia buat agar bisa menjadi pelopor metode komunikasi di Indonesia.

Ingin Belajar Hal Baru

Guru kelahiran Bandung, 8 Desember 1983 ini mengaku memiliki alasan tersendiri menjadi guru SLB. Setelah lulus SMA, ia ingin mempelajari hal baru yang tak diajarkan sebelumnya. "Saya enggak mau belajar hal yang sudah saya pelajari. Jurusan yang lain itu-itu aja. Sedangkan pendidikan luar biasa merupakan hal yang baru," ungkap guru yang sudah mengajar sejak 2011 tersebut.

Lebih jauh, guru yang tengah mengejar gelar doktor di Universitas Pendidikan Indonesia itu mengungkapkan, dirinya tengah menyusun penelitian dan menggagas teori pendekatan pembelajaran yang baru agar mudah diserap oleh siswa berkebutuhan khusus. "Ini bisa jadi antitesis bagi teori lama. Bisa membuat anak mempelajari sesuatu lebih cepat," tutupnya.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar