Lebih Efektif dengan Model Pembelajaran Basic Learning
Lebih Efektif dengan Model Pembelajaran Basic Learning
Diposting oleh MAR
11 Desember 2017, 00:00 WIB    22 views       Pameran

CIMAHI – SMA Negeri 1 Cimahi menggelar Pagelaran Sisingaan VS Kuda Renggong di Jalan Pacinan No.22 A, Kota Cimahi, Senin (11/12/17). Pameran pembelajaran ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 10 hingga 12 untuk memenuhi lima nilai mata pelajaran, yaitu seni budaya, ekonomi, sejarah, prakarya dan seni tari.Kepala Balai Pengembangan Bahasa dan Kesenian Daerah (BPBKD) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Husen R. Hasan mengatakan pagelaran ini baik dampaknya untuk siswa-siswi. Menurutnya dengan adanya pegelaran ini siswa bisa mengetahui kesenian tersebut secara lebih mendalam.

“Dari perspektif pendidikan, saya memberikan apresiasi yang tinggi karena itu merupakan kegiatan pembelajaran yang sangat baik untuk anak-anak,” ujarnya.

Menurut Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cimahi, Doddi Sularto, tujuan utama diadakan pagelaran ini adalah untuk pameran hasil pembelajaran siswa yang sudah dipersiapkan selama enam bulan. Keterlibatan langsung siswa dimulai dari saat survei pertama hingga kontribusi langsung menjadi peserta pagelaran. Selain itu, Doddi juga mengatakan dengan adanya pagelaran ini, diharapkan akan meningkatkan rasa cinta tanah air dan turut serta melestarikan seni budaya ini. 

“Ada karnaval juga, para siswa mengikuti di belakang Sisingaan dan Kukudaan. Mereka  tidak ada satu pun ada yang memakai baju putih abu. Semua memakai baju daerahnya masing-masing. Bagi mereka yang Sunda, memakai kebaya Sunda, yang Jawa memakai baju Jawa, da nada pula yang dari Sulawesi, komplit semuanya,” ujarnya.  

Pagelaran ini pun dianggap efektif sebagai implementasi kolaborasi model pembelajaran project based learning.  Siswa belajar langsung dari suatu projek sehingga antusiasnya pun lebih tinggi dibandingkan model pembelajaran biasa.

“Sangat efektif sekali, kalau dengan model pembelajaran klasikal dengan metode searah, siswa itu rohnya tidak ada. Tapi, ketika dia melihat langsung, meneliti langsung, ternyata antusiasnya sangat tinggi, karena mereka tidak punya kesempatan melihat kesenian itu dari dekat,” ujar Doddi.

Pagelaran ini merupakan pagelaran pertama dan rencananya akan menjadi pagelaran tahunan. Apalagi jika melihat antusias siswa hingga masyarakat yang menonton acara ini dinilai cukup besar.

“Kami saat itu ada acara karnaval pawai dan masyarakat sekitar juga mereka merasa olohok(termenung), melihat Kuda Renggong dan Sisingaan. Kami keliling sampai ke alun-alun. Semua mengapresiasi sampai siswa SD turun dulu dari pembelajarannya, semua ke depan melihat kiami dan ketika, sudah beres, mereka baru masuk lagi ke dalam kelas, dan itu dikerahkan oleh gurunya. Itu kejadian langka,”ucapnya.        


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar