Curah Hujan Tinggi, Kadisdik Imbau Sekolah Terapkan Mitigasi Bencana
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika.
Curah Hujan Tinggi, Kadisdik Imbau Sekolah Terapkan Mitigasi Bencana
Oleh Riska Y. Imilda
28 Januari 2020, 14:57 WIB    76 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR — Mengingat kawasan Jawa Barat (Jabar) tengah dilanda curah hujan cukup tinggi, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jabar, Dewi Sartika mengimbau sekolah-sekolah di Jabar untuk menerapkan sekolah aman bencana dan menyelenggarakan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), terutama bagi sekolah yang rentan terdampak banjir.

“Sekolah bisa segera mengimplementasikan mitigasi bencana untuk mengamankan dan mengantisipasi terjadinya bencana,” ujar Kadisdik saat diwawancarai pada acara Jabar-Banten Campus Update, Study Program Expo and Digital Promo di Gedung Sabuga Institut Teknologi Bandung, Jln. Tamansari No.73, Kota Bandung, Selasa (28/1/2020).

Melalui mitigasi bencana, lanjut Kadisdik, sekolah dapat mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik ataupun kesadaran warga sekolah dan meningkatkan pengetahuan dalam menghadapi bencana.

Meningkatkan ketangguhan satuan pendidikan terhadap bencana sudah seharusnya dipahami oleh setiap sekolah. Hal ini didukung peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 33 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Program SPAB dilaksanakan saat normal atau prabencana, situasi darurat, dan pascabencana.

SPAB ini bertujuan meningkatkan kemampuan sumber daya di satuan pendidikan dalam menanggulangi dan mengurangi risiko bencana serta melindungi investasi pada satuan pendidikan agar aman terhadap bencana. “Tak hanya itu, sekolah juga bisa meningkatkan kualitas sarana dan prasarana satuan pendidikan agar aman terhadap bencana,” ucap Kadisdik.

Sekolah juga, tambahnya, berperan memberikan perlindungan dan keselamatan bagi peserta didik serta tenaga kependidikan. Bahkan, dapat memastikan keberlangsungan layanan pendidikan pada satuan pendidikan yang terdampak bencana. Sekolah juga harus bisa mengoptimalisasi program tersebut melalui simulasi mitigasi bencana dengan melibatkan seluruh pihak sekolah, mulai dari siswa, guru hingga staf tata usaha sekolah.

“Langkah ini sebagai upaya preventif. Walaupun belum sempurna, minimal sekolah harus sudah terfasilitasi dengan alat pencegahan bencana,” ucapnya.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar