Sekolah Ramah Anak, Solusi Mengurangi Kekerasan pada Anak
Sekolah Ramah Anak, Solusi Mengurangi Kekerasan pada Anak
Oleh MAR
10 Desember 2017, 00:00 WIB    52 views       Headline

BANDUNG - Hasil survei kekerasan anak pada 2013 yang dilakukan oleh KPP-PA bekerjasama dengan Kemsos dan BPS, menunjukan satu dari tiga anak laki-laki (38,62 persen) dan satu dari lima anak perempuan  (20,48 persen) mengalami kekerasan seksual, fisik ataupun emosional pada 12 bulan terakhir. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi mengatakan, selain kekerasan,  ada hal lain yang menjadi ancaman untuk anak.

“Ancaman tersebut adalah narkoba, pornografi dan tindakan amoral, bencana, serta paham radikal,” ujarnya saat menjadi pembicara dalam Edufuturistik Festival bertema “Semua Anak Jawa Barat Harus Sekolah” di Gedung Sate Jalan Diponogoro No. 22, Bandung, Minggu (10/12/17)

Berdasarkan hal tersebut, Hadadi mengatakan sekolah ramah anak dinilai akan menjadi solusinya. Sekolah ramah anak memiliki beberapa tujuan, yaitu menjamin dan memenuhi hak-hak anak dalam setiap aspek kehidupan secara terencana dan bertanggung jawab, membangun   lingkungan belajar agar anak termotivasi untuk belajar, membangun sekolah ramah dan terbuka terhadap kebutuhan kesehatan dan keamanan siswa.

“Siswa memiliki lingkungan yang aman dan nyaman serta terbuka melibatkan anak untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan, kehidupan sosial, dan juga menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak,” jelasnya.

Prinsip pelaksanaan sekolah ramah anak adalah tanpa kekerasan, tanpa adanya diskriminasi, mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak, menciptakan lingkungan yang menjamin keberlangsungan dan perkembangan anak, menghormati pandangan anak, dan adanya pengelolaan sekolah yang baik.

“Penyelenggaraan sekolah ramah anak ini dilakukan dengan cara pembiasaan, penerapan keteladanan dan menciptakan budaya di sekolah,” pungkas Hadadi.


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar