Mendikbud Instruksikan Pencegahan Covid-19 di Satuan Pendidikan
Mendikbud Instruksikan Pencegahan Covid-19 di Satuan Pendidikan
Oleh Nizar Al Fadillah
11 Maret 2020, 12:29 WIB    983 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Menteri Pendidikan dan Kebudaayan (Mendikbud), Nadiem Makariem mengeluarkan surat edaran untuk pencegahan virus corona (Covid-19) pada satuan pendidikan. Melalui Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020, surat tersebut ditujukan kepada kepala dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota, kepala lembaga layanan pendidikan tinggi, pimpinan perguruan tinggi, dan kepala sekolah di seluruh Indonesia. 

Mendikbud pun mengimbau satuan pendidikan di Indonesia untuk menginstruksikan beberapa langkah pencegahan perkembangan dan penyebaran Covid-19 di lingkungan satuan pendidikan. Berikut isi imbauan Menkdikbud:

1. Mengoptimalkan peran usaha kesehatan sekolah (UKS) atau unit layanan kesehatan di perguruan tinggi dengan berkoordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan setempat dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

2. Berkomunikasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan atau lembaga layanan pendidikan tinggi setempat untuk mengetahui apakah Dinas Kesehatan telah memiliki rencana atau persiapan menghadapi Covid-19.

3. Memastikan ketersediaan sarana cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan alat pembersih sekali pakai (tisu) di berbagai lokasi strategis di satuan pendidikan.

4. Memastikan warga satuan pendidikan menggunakan sarana CTPS (minimal 20 detik) dan alat pembersih tangan sekali pakai dan berperilaku hidup bersih sehat (PHBS) lainnya.

5. Memastikan satuan pendidikan membersihkan ruangan dan lingkungan satuan pendidikan secara rutin. Khususnya gagang pintu, sakelar lampu, komputer, papan tik, dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan. Gunakan petugas yang terampil dalam menjalankan tugas pembersihan dan gunakan bahan pembersih yang sesuai untuk keperluan tersebut.

6. Memonitor absensi (ketidakhadiran) warga satuan pendidikan.

7. Memberikan izin kepada warga satuan pendidikan yang sakit untuk tidak datang ke kesatuan pendidikan.

8. Tidak memberlakukan hukuman/sanksi bagi yang tidak masuk karena sakit serta tidak memberlakukan kebijakan insentif berbasis kehadiran (jika ada). 

9. Melaporkan kepada Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan atau lembaga layanan pendidikan tinggi jika terdapat ketidakhadiran dalam jumlah besar karena sakit yang berkaitan dengan pernapasan.

10. Mengalihkan tugas pendidikan dan tenaga kependidikan yang absen kepada pendidik dan tenaga kependidikan lain yang mampu.

11. Berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan atau lembaga layanan pendidikan tinggi jika level ketidakhadiran dianggap sangat mengganggu proses belajar mengajar untuk mendapatkan pertimbangan apakah kegiatan belajar mengajar perlu diliburkan sementara.

12. Satuan pendidikan tidak harus mampu mengidentifikasi Covid-19. Kementerian Kesehatan yang akan melakukannya sehingga satuan pendidikan harus melaporkan dugaan Covid-19 kepada Kementerian Kesehatan setempat untuk dilakukan pengujian. Perlu diingat bahwa mayoritas penyakit terkait dengan pernapasan bukan merupakan Covid-19.

13. Memastikan makanan yang disediakan di satuan pendidikan merupakan makanan yang sudah dimasak sampai matang. 

14. Mengingatkan warga satuan pendidikan untuk tidak berbagi makanan, minuman, dan alat musik tiup.

15. Mengingatkan warga satuan pendidikan untuk menghindari kontak fisik secara langsung (bersalaman, cium tangan, berpelukan, dan sebagainya).

16. Menunda kegiatan yang mengumpulkan banyak orang atau kegiatan di lingkungan luar satuan pendidikan (berkemah, studi wisata).

17.Membatasi tamu dari luar satuan pendidikan.

18. Warga satuan pendidikan dan keluarga yang berpergian ke negara-negara terjangkit yang dipublikasikan World Health Organization (WHO) diminta untuk tidak melakukan pengantaran, penjemputan, dan berada di area satuan pendidikan untuk 14 hari saat kembali ke tanah air.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar