Perangi Covid-19, F-MIPA UI Kembangkan Dua Alat Disinfektan Sinar UV
Tim Peneliti dari F-MIPA UI mengembangkan dua prototipe alat untuk membunuh sumber penyakit berupa virus dan bakteri dengan sinar ultraviolet.
Perangi Covid-19, F-MIPA UI Kembangkan Dua Alat Disinfektan Sinar UV
Oleh Rury Yuliatri
03 April 2020, 11:30 WIB    311 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Tim Peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) Universitas Indonesia (UI) mengembangkan dua prototipe alat untuk membunuh sumber penyakit berupa virus dan bakteri dengan sinar ultraviolet (UV).

Kedua alat tersebut adalah hand held (alat yang dipegang di tangan) dan room sterilizer (alat yang ditempel di dinding) yang khusus dirancang untuk keperluan medis. Kedua alat tersebut akan sangat membantu rumah sakit yang saat ini kewalahan mendapatkan alat bantu disinfektan akibat kelangkaan maupun melambungnya harga disinfektan cair di tengah wabah virus Covid-19.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Indonesia (UI), Prof. Abdul Haris menuturkan, penanganan wabah Covid-19 adalah tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa. "Untuk itu, kami berupaya mengerahkan tim ahli dan peneliti di lingkungan UI untuk bersama-sama mengembangkan instrumen yang bisa membantu tenaga kesehatan kita dalam menjalankan tugasnya di tengah wabah yang melanda berbagai daerah di Indonesia dan sudah menelan korban jiwa yang tidak sedikit," tuturnya, seperti dilansir sci.ui.ac.id, baru-baru ini.

Instrumen disinfektan menggunakan sinar UV ini, sambungnya, dikembangkan oleh peneliti FMIPA UI dan menggandeng peneliti lainnya dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Keperawatan di bawah koordinasi Direktorat Inovasi UI, dan Science Techno Park UI. "Saat ini tengah disiapkan enam unit prototipe. Kedua alat tersebut akan diuji coba di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI),” pungkasnya.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar