Daud Achmad: Kepatuhan Warga Kunci Keberhasilan PSBB Bandung Raya
Sekretaris yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, Daud Achmad.
Daud Achmad: Kepatuhan Warga Kunci Keberhasilan PSBB Bandung Raya
Oleh Rury Yuliatri
20 April 2020, 15:10 WIB    175 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Bandung Raya berjalan optimal. Hal itu tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Jabar Nomor 30 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB di Bandung Raya. 

Sekretaris yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, Daud Achmad menyatakan, PSBB Bandung Raya sangat krusial dalam memutus rantai penyebaran dan penanggulangan Covid-19. Maka, Pergub yang berisi 27 pasal itu mencakup sejumlah aspek, seperti pelaksanaan PSBB dan pemenuhan kebutuhan dasar penduduk selama PSBB.

"Pergub itu menegaskan bahwa semua kegiatan belajar, bekerja, dan beribadah harus dilaksanakan di rumah. Kecuali institusi pendidikan lembaga pendidikan, pelatihan, penelitian yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, semua jenis layanan pemerintahan, BUMN atau BUMD yang bergerak yang turut dalam penanganan Covid-19 dan atau dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat," tutur Daud dikutip dari humas.jabarprov.go.id, Minggu (19/4/2020).

Selain itu, pelaku usaha yang bergerak pada sektor kesehatan, bahan pangan/makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu serta kebutuhan sehari-hari, masih dapat beroperasi selama PSBB. 

Namun, Daud menegaskan, semua institusi, instansi, dan sektor itu tetap harus menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Seperti, menjaga jarak para karyawan yang bekerja, mengecek suhu tubuh karyawan sebelum memulai pekerjaan, memastikan semua orang memakai masker, dan rutin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan cairan pembunuh kuman. 

"Pimpinan tempat kerja wajib melarang karyawannya yang mempunyai penyakit yang dapat berakibat fatal apabila terpapar Covid-19. Seperti, karyawan yang memiliki tekanan darah tinggi, pengidap penyakit jantung, paru-paru, ibu hamil, dan karyawan yang usianya lebih dari 60 tahun," tegas Daud.

Pembatasan Moda Transportasi

Daud menyatakan, pada Pergub Jabar Nomor 30 Tahun 2020 juga menekankan moda transportasi yang boleh ataupun tidak boleh beroperasi selama PSBB berlaku. Semua layanan transportasi udara, laut, kereta api, dan jalan raya diperbolehkan beroperasi dengan pembatasan jumlah penumpang. Begitu juga dengan transportasi untuk layanan kebakaran, layanan hukum, barang/logistik kesehatan, dan ketertiban.

Untuk penggunaan mobil maupun sepeda motor pribadi, menurutnya, hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan aktivitas yang diperbolehkan selama PSBB, melakukan disinfeksi kendaraan, menggunakan masker, dan tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan di atas normal atau sakit. 

"Kami berharap semua masyarakat mematuhi peraturan yang sudah dibuat agar PSBB yang diberlakukan dapat memutus rantai penyebaran Covid-19," harapnya.

Selain Pergub, Gubernur Jabar Ridwan Kamil pun membuat Keputusan Gubernur Nomor 443/Kep-240-Hukham/2020 tentang Pemberlakuan PSBB di Daerah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. 

Kepgub tersebut memutuskan empat diktum. Diktum pertama menyebut masa pemberlakuan PSBB 22 April - 5 Mei 2020. Sedangkan diktum ketiga menyatakan pemberlakukan PSBB dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran Covid-19.

Harus Disertai Kepatuhan Warga

Daud menegaskan, Pergub dan Kepgub ini harus disertai kepatuhan dan kedisiplinan warga dalam menjalankan PSBB agar mata rantai penularan dan penanggulangan Covid-19 bisa tertangani. 

Daud pun mengajak masyarakat di wilayah Bandung Raya agar mematuhi protokol kesehatan selama berlangsungnya PSBB. Antara lain disiplin mengenakan masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan, membatasi kegiatan, tidak berkerumun, dan meniadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat massal.

Selain itu, Daud menyatakan, pemberlakuan PSBB Bandung Raya akan disertai rapid diagnostic test (RDT) masif. "Pengetesan masif ini dilakukan untuk memetakan penyebaran Covid-19. Mari kita taati aturan yang ada, ikuti semua imbauan pemerintah. Mari kita jalankan semua prokotol kesehatan. Jika itu dilakukan, Anda berkontribusi besar menanggulangi Covid-19 di Jabar," imbaunya.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar