Yang Menjadikan Kartini Abadi
Yang Menjadikan Kartini Abadi
Oleh Nizar Al Fadillah
21 April 2020, 12:21 WIB    397 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Ada banyak tokoh pahlawan perempuan di Indonesia. Namun, tanpa mengecilkan perjuangan pahlawan perempuan lainnya, Raden Ajeng Kartini menjadi pahlawan wanita yang paling diingat oleh masyarakat Indonesia. Bahkan tanggal kelahirannya, 21 April 1879 (hari ini, 141 tahun yang lalu) ditetapkan sebagai hari besar nasional, Hari Kartini.  

Menurut penulis, mengingat R.A. Kartini lebih mudah karena gagasan dan perjuangannya telah ia tuangkan melalui tulisan, dalam bentuk surat-menyurat dengan sahabatnya asal Negeri Kincir Angin, Rosa Abendanon. 

Tujuh tahun setelah R.A. Kartini wafat di Rembang, suami Rosa yang menjabat Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Hindia Belanda, Jacques H. Abendanon menerbitkan surat-surat Kartini menjadi sebuah buku.  

Buku itu diberi judul "Door Duisternis tot Licht" yang secara harfiah artinya Dari Kegelapan Menuju Cahaya. Pada 1922, Balai Pustaka berinisiasi menerbitkan buku tersebut dalam bahasa Melayu dengan judul "Habis Gelap Terbitlah Terang".

Pada terbitan selanjutnya, buku Habis Gelap Terbitlah Terang dibagi menjadi lima bab pembahasan. Versi Armijn Pane ini, buku tersebut dicetak sebanyak sebelas kali. 

Selain bahasa Belanda, surat-surat Kartini juga dialihbahasakan oleh Agnes L.Symmers ke dalam bahasa Inggris. Bahkan, surat-surat tersebut juga pernah diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa dan Sunda. 

Dari surat-surat itulah, gagasan perempuan yang pernah sekolah di Europeesche Lagere School ini menyebar, dipelajari, dan menginspirasi perempuan pribumi lainnya yang saat ini masih dianggap lemah dan tak berdaya. 

Salah satu gagasan R.A. Kartini yang paling utama adalah menggalakkan emansipasi wanita. "Usaha kami mempunyai dua tujuan, yaitu turut berusaha memajukan bangsa kami dan merintis jalan bagi saudara-saudara perempuan kami menuju keadaan yang lebih baik, yang lebih sepadan dengan martabat manusia,” tulis Kartini kepada Nellie van Kol pada 1901 yang terdapat dalam "Emansipasi: Surat-Surat Kepada Bangsanya, 1899-1904 (2017: hlm. 165)", seperti wartakan tirto.id.

Namun, bagi Tokoh Pergerakan Kemerdekaan Indonesia, Tjipto Mangoenkoesoemo, emansipasi yang digagas oleh R.A. Kartini bukan hanya untuk kaum perempuan. “Tiap-tiap halaman (surat-surat) Kartini selalu menyatakan kerinduannya untuk melihat rakyatnya bangun, bangkit dari keadaan tidur pulas yang telah beratus-ratus tahun mencekam mereka,” tulis Tjipto, seperti dikutip Sitisoemandari dalam "Kartini Sebuah Biografi (hlm. 430)", masih mengutip tirto.id.

Selain gelar pahlawan yang disandang, R.A. Kartini pun kental diingat karena gagasannya yang telah ia tuliskan. Seperti kata Sastrawan Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, "Menulis adalah bekerja untuk keabadian".

Selamat Hari Kartini!***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar