Pembagian Rapor di SMAN 13 Bandung Terapkan Protokol Kesehatan
Pembagian rapor di SMAN 13 Bandung menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat guna mencegah penyebaran Covid-19.
Pembagian Rapor di SMAN 13 Bandung Terapkan Protokol Kesehatan
Pembagian Rapor di SMAN 13 Bandung Terapkan Protokol Kesehatan
Pembagian Rapor di SMAN 13 Bandung Terapkan Protokol Kesehatan
Pembagian Rapor di SMAN 13 Bandung Terapkan Protokol Kesehatan
Pembagian Rapor di SMAN 13 Bandung Terapkan Protokol Kesehatan
Pembagian Rapor di SMAN 13 Bandung Terapkan Protokol Kesehatan
Oleh Nizar Al Fadillah
18 Juni 2020, 14:02 WIB    395 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Satuan pendidikan di Jawa Barat (Jabar) tengah melaksanakan pembagian rapor. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pembagian rapor kali ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Covid-19.

Salah satunya, dilakukan oleh Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 13 Bandung. Kepala SMAN 13 Bandung, Udin Saehudin mengatakan, sekolahnya sudah menyiapkan protokol kesehatan secara ketat. Kebijakan pertama yang diambil adalah membagi waktu pembagian rapor menjadi dua hari (18-19 Juni 2020). Hari pertama untuk kelas X dan hari kedua kelas XI.

"Per hari, pembagian rapor dibagi menjadi tiga sesi guna menghindari kerumunan. Kita siapkan tiga ruang kelas. Setiap pukul 08.00-10.00 WIB, dibuka untuk kelas MIPA 1, MIPA 2, dan MIPA 3. Sedangkan pukul 10.30-12.30 WIB untuk kelas MIPA 4, MIPA 5, dan IPS 1 serta pukul 13.00-15.00 untuk kelas IPS 2, IPS 3, dan IPS 4," tuturnya, saat ditemui di sekolah, Jalan Raya Cibeureum No. 52, Kota Bandung, Kamis (18/6/2020). 

Pihaknya pun telah memosisikan kursi yang berjarak bagi orang tua siswa untuk menerapkan physical distancing. Selain itu, protokol kesehatan secara fisik pun telah diterapkan. Mulai dari mewajibkan orang tua siswa mengenakan masker, mengecek suhu tubuh, dan wajib melalui auto-sanitazing gate. Para wali kelas pun menggunakan face shield saat membagikan rapor. "Teknis pembagian rapor kita laksanakan dengan penerapan protokol yang ketat," ujarnya. 

Selain itu, pihaknya pun telah mengoptimalkan koordinasi dengan para wali kelas, salah satunya perihal verifikasi nilai. 

"Setiap rapat pleno, kami selalu sampaikan persiapan kepada guru dengan matang. Dua minggu sebelum pelaksanaan, kami maksimalkan koordinasi dan komunikasi melalui berbagai media dengan wali kelas. Mulai berkomunikasi melalui Whatsapp, telepon hingga media lainnya," pungkasnya.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar