Hari Terakhir Pendaftaran PPDB 2020, SMAN 1 Padalarang Tetap Optimal Layani Masyarakat
Hari Terakhir pendaftaran PPDB tahap 2, SMAN 1 Padalarang tetap melayani masyarakat secara optimal, Rabu (1/7/2020).
Hari Terakhir Pendaftaran PPDB 2020, SMAN 1 Padalarang Tetap Optimal Layani Masyarakat
Hari Terakhir Pendaftaran PPDB 2020, SMAN 1 Padalarang Tetap Optimal Layani Masyarakat
Hari Terakhir Pendaftaran PPDB 2020, SMAN 1 Padalarang Tetap Optimal Layani Masyarakat
Hari Terakhir Pendaftaran PPDB 2020, SMAN 1 Padalarang Tetap Optimal Layani Masyarakat
Oleh Nizar Al Fadillah
01 Juli 2020, 15:35 WIB    184 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Hari terakhir pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA, SMK, dan SLB Tahap II Tahun 2020 di Jawa Barat (Jabar), pelayanan PPDB di sekolah tetap berjalan optimal. Hal tersebut terlihat di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Padalarang, Jln. Perum Babakan Loa Permai, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (1/7/2020). 

Dalam pemantauan tim peliput, seluruh panitia PPDB di sekolah tetap bertugas sesuai tugas dan fungsinya. Ruang informasi dan penyediaan fasilitas pun disiapkan dengan baik serta tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Kepala SMAN 1 Padalarang, Engkus Kusnadi mengatakan, seluruh panitia PPDB di sekolahnya telah sepenuhnya menguasai Petunjuk Teknis PPDB 2020. Selain mengoptimalkan bimbingan teknis pada masa persiapan pendaftaran, pihaknya pun menggelar simulasi. 

Jikapun ada pengaduan atau pertanyaan dari masyarakat seputar PPDB, Engkus menegaskan, pihaknya berusaha optimal menyelesaikannya di lingkup satuan pendidikan. 

"Apapun keluhan dan permasalahan mereka, kami layani. Selama bisa diselesaikan di sekolah, kita selesaikan di sini. Kalau ada permasalahan atau aduan yang memang di luar wewenang sekolah, kita akan tanyakan ke helpdesk kantor cabang dinas," tuturnya. 

Selain itu, pihaknya pun telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 dengan baik. Ini terlihat dengan mewajibkan masyarakat di lingkungan sekolah menggunakan masker, menyediakan fasilitas cuci tangan, adanya pengecekan suhu tubuh, dan seluruh panitia yang bertugas menggunakan face shield

Engkus menilai, pelaksanaan PPDB 2020 dengan sistem daring ini memiliki sisi baik. Salah satunya, mencegah kerumunan massa di sekolah. "Sekolah pun tidak terlalu repot. Sebelumnya, orang tua harus datang subuh mengambil antrean dan menunggu. Dengan sistem daring, hal itu tidak terjadi," ujarnya.

Namun, menurut Engkus, dampak lain dari PPDB secara daring ini adalah pemahaman masyarakat yang masih minim, terlebih yang belum mengenal teknologi. Sehingga, akan lebih optimal jika PPDB dapat disosialisasikan jauh-jauh hari dan mampu menyentuh masyarakat secara langsung. "Sosialisasi harus benar-benar gencar dan dilakukan jauh-jauh hari," pungkasnya.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar