Kadaluwarsa atau Kedaluwarsa?
Kadaluwarsa atau Kedaluwarsa?
Oleh Rury Yuliatri
05 September 2020, 12:00 WIB    205 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Saat membeli makanan atau minuman, biasanya kita akan langsung mengecek tanggal kadaluwarsanya. Apalagi kalau membeli obat, jika sudah lewat tanggal kadaluwarsa bisa gawat. 

Namun, dengan mengamati beberapa ciri atau tampilan fisik pada makanan atau minuman yang akan kita konsumsi, sebenarnya kualitas makanan atau minuman tersebut sudah bisa kita ketahui. Misalnya pada roti, susu atau buah.

Berbicara tentang kadaluwarsa, ternyata penggunaan kata ini kurang tepat. Pada umumnya, selain kadaluwarsa, orang melafalkan atau menulisnya dengan kata kedaluarsa atau kadaluarsa. Tetapi, semua kata tersebut salah. 

Jika merujuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI), penulisan kata yang tepat adalah kedaluwarsa/ke·da·lu·war·sa/ a 1 tidak model lagi (baju, kendaraan, dan sebagainya); tidak sesuai dengan zaman: hakikat cerita itu telah -- apabila diajarkan sekarang; 2 sudah lewat (habis) jangka waktunya (tentang tuntutan dan sebagainya); habis tempo; 3 terlewat dari batas waktu berlakunya sebagaimana yang ditetapkan (tentang makanan): jika dimakan, makanan yang -- akan membahayakan kesehatan.
  
Contoh: Jika dimakan, makanan yang kedaluwarsa akan membahayakan kesehatan. 

Nah, sekarang kita sudah tahu ya penulisan kata yang tepat, yakni kedaluwarsa.

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), makanan dinyatakan kedaluwarsa jika ada perubahan dari sifat asalnya. Misalnya, kerusakan fisik, kimia atau enzimatis.

Untuk menentukan kedaluwarsa atau tidaknya makanan atau minuman tersebut, kita bisa melihat dari perubahan wujudnya. Apa saja ciri-cirinya?

Ciri pertama bisa kita lihat pada susu cair. Susu yang sudah tidak segar akan menimbulkan aroma tak sedap dan biasanya akan tercium bau basi. Selain itu, rasa susu juga tidak enak dan terasa asam. 

Selanjutnya pada roti. Paling mudah mengecek kualitas roti adalah dengan kehadiran jamur. Jika sudah ada jamur, meski hanya di satu lembaran, roti harus dibuang alias tak boleh lagi dikonsumsi. Karena roti berpori, jamur bisa dengan mudah menyebar ke seluruh permukaan roti.

Kemudian buah. Jika tekstur buah sudah lembek atau kasar, pertanda buah tak boleh lagi dimakan. Pertanda lainnya adalah perubahan warna buah yang ekstrem, bau busuk, dan kulit keriput pada buah yang terkelupas.

Jika ciri-ciri tersebut terdapat pada makanan atau minuman kita, sebaiknya jangan dikonsumsi, ya karena bisa membahayakan kesehatan kita.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar