Pelatihan Calon Tutor IRMA Jawa Barat Daring Angkatan ke-2
Pelatihan Calon Tutor IRMA Jawa Barat Daring Angkatan ke-2
Oleh Rifa Anggyana (Koordinator Tim Inti Pelatih Tutor IRMA Jabar)
05 September 2020, 18:32 WIB    222 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Jawa Barat menggelar "Pelatihan Calon Tutor IRMA Jawa Barat Daring Angkatan ke-2 Wilayah IX Indramayu dan Majalengka" pada 4-5 September 2020. Pelatihan yang diikuti oleh 400 peserta siswa SMP/MTs. dan SMA/SMK/MA ini, dibuka melalui Zoom dan pelaksanaannya menggunakan kanal Youtube, aplikasi Umma, dan grup Whatsapp.

Ketua IRMA Jawa Barat (Jabar), Aditya Gustian Saputra mengatakan, walau dilaksanakan secara daring, namun para peserta tetap semangat mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. "Dengan pelatihan ini, kita mendapatkan banyak pengalaman, ilmu, dan wawasan. Walaupun dilaksanakan secara daring, namun tidak mengurangi semangat kita untuk menuntut ilmu dan mencari pengalaman untuk bekal ke depan, khususnya mengurus organisasi IRMA di sekolah masing-masing," tutur siswa SMA Kartika XIX 3 Bandung ini.

Koordinator Tim Inti Pelatih Tutor IRMA Jabar, Rifa Anggyana menyampaikan hal serupa. "Meski dalam kondisi pandemi, kita tetap melaksanakan pelatihan ini secara virtual. Alhamdulillah, atensi dan antusias peserta luar biasa. Ini menjadi rekor tersendiri, melebihi peserta angkatan pertama. Mudah-mudahan, semangat para remaja masjid terus menggelora," ungkapnya.

Rifa mengatakan, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jabar, Dedi Supandi saat membuka Pelatihan Calon Tutor IRMA Jabar berpesan agar terus menjaga kerukunan dan solidaritas antarsesama. "Dengan IRMA ini, meski ada perbedaan, tapi kita tetap memiliki tujuan yang sama," kata Rifa yang juga guru SMA Negeri 1 Bandung tersebut.

Rifa pun meminta dukungan para kepala sekolah dan guru pembimbing di sekolahnya masing-masing agar eksistensi remaja masjid di sekolah kembali aktif. "Saya juga mendorong Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Indramayu dan Majalengka, sesuai instruksi Wakil Gubernur bahwa penyeragaman Ikatan Remaja Masjid ini bisa terlaksana di wilayah Indramayu dan Majalengka," harapnya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Indramayu dan Majalengka, Dewi Nurhulaela pun sangat mendukung kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan IRMA merupakan hal yang sangat positif. "Saya sangat berterima kasih dan mendukung sekali. Kegiatan ini memiliki nilai plus bagi anak-anak yang terpaksa masih harus belajar di rumah. Mereka bisa diingatkan untuk salat tepat waktu, kemudian mengaji dan sebagainya. Jadi, anak-anak terus diingatkan sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Karena, yang paling utama dalam penanaman karakter dimulai dari keagamaan," tuturnya.

Dewi berharap, pelatihan ini bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing. Para peserta pelatihan yang nanti lulus akan menjadi tutor untuk ikatan remaja masjid di sekolah dan membentuk organisasi atau wadah untuk memakmurkan masjid yang ada di sekolah.

"Harapan kami sebagai pengelola pendidikan di SMA dan SMK, seluruh guru pembimbing dan kepala sekolah agar membuat prioritas ekstrakurikuler. Intinya, ekstrakurikuler keagamaan itu adalah nomor satu karena agama di atas segalanya. Petunjuk kita di dunia dan akhirat, bekal bagi kita dan anak-anak kita," ungkapnya.

Dewi menambahkan, sesuai arahan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, IRMA adalah ikatan remaja masjid maka harus diikuti dengan nama masjid yang ada di sekolahnya.

"Misalnya, nama masjid SMAN 1 Sindang Indramayu adalah Ar-Rahman maka menjadi IRMA Ar-Rahman. Mudah-mudahan, nama tersebut bermakna bagi kehidupan kita dan menyelamatkan kita di dunia dan di akhirat. Juga investasi kita untuk bisa bertemu lagi di Janah-Nya. Semoga, semua yang mengikuti pelatihan ini bisa bertemu kembali di surga Allah," harapnya.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar