Mengenang Tokoh Multiseni, Ajip Rosidi
Mengenang Tokoh Multiseni, Ajip Rosidi
Mengenang Tokoh Multiseni, Ajip Rosidi
Mengenang Tokoh Multiseni, Ajip Rosidi
Oleh Rury Yuliatri
09 September 2020, 17:47 WIB    148 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Sastrawan sekaligus budayawan Ajip Rosidi telah berpulang pada 29 Juli 2020, namun karya-karyanya masih tetap abadi. Di Kota Bandung, karya-karya Ajip Rosidi diabadikan di Perpustakaan Ajip Rosidi yang berlokasi di Jalan Garut No. 2, Kota Bandung. Perpustakaan yang dikelola oleh Yayasan Pusat Studi Sunda ini, resmi berdiri pada 15 Agustus 2015.

Perpustakaan tersebut menyediakan 40 ribu buku. Selain karya sastra, tempat ini pun menyediakan beraneka ragam buku.

Sahabat sekaligus murid Ajip Rosidi, Wawan Setiawan mengungkapkan, Ajip Rosidi merupakan pembimbing dan teladan bagi dirinya. Ia mengaku mulai mengenal beliau menjelang tahun 2000 sejak dirinya masih bekerja sebagai wartawan.

"Ajip Rosidi ini bisa dikatakan orang multiseni. Pada dasarnya, Pak Ajip seorang penulis dan menurut saya beliau merupakan penulis yang paling produktif semasa hidupnya. Selain sebagai penulis, Pak Ajip adalah seorang pengarang, penerbit, pendidik, peneliti, organisator, dan budayawan," ungkap dosen Fakultas Ilmu Seni dan Sastra Universitas Pasundan ini saat ditemui di Gedung Perpustakaan Ajip Rosidi, Rabu (9/9/2020) .  

Wawan menambahkan, Pak Ajip juga memprakarsai yayasan kebudayaan, yakni Yayasan Rancage. Kegiatan yayasan ini memberikan penghargaan/hadiah sastra bagi buku-buku yang ditulis dalam bahasa daerah. "Yayasan ini juga sebagai lembaga kritik sastra yang bertujuan mendorong kegiatan menulis dan menerbitkan buku dalam bahasa daerah," ujarnya.

Menjelang tahun 2001, Ajip Rosidi merampungkan penyusunan Ensiklopedia Sunda. Penyusunan ini memakan waktu 10 tahun, dibantu oleh Toyota Foundation. Tujuan menyusun Ensiklopedia Sunda ini, menurutnya, untuk mengenalkan lebih dalam mengenai kekayaan rohani orang Sunda, termasuk orang Betawi dan Cirebon. Meliputi seni, bahasa, adat istiadat, kerajinan, ragam hias, termasuk arsitektur, karya sastra bahkan tokoh-tokoh Sunda. "Saya kira, ini menjadi ensiklopedia etnis pertama di Indonesia," ungkapnya.

Di tahun yang sama, lanjut Wawan, Ajip Rosidi memprakarsai Konferensi Internasional Budaya Sunda di Gedung Merdeka Bandung dengan mengundang beberapa peneliti asing dari berbagai negara yang tengah meneliti budaya Sunda.

Wawan mengungkapkan, usai konferensi, salah satu rekomendasi konferensi menyarankan perlu diadakan konferensi khusus di Bandung untuk mewadahi kegiatan penelitian, pemikiran, dan pengkajian kebudayaan Sunda. Untuk itu, Ajip pun mendirikan Yayasan Pusat Studi Sunda yang sekarang dipakai sebagai perpustakaan. Untuk menghargai karya-karya Ajip Rosidi maka perpustakaan ini pun diberi nama Perpustakaan Ajip Rosidi. 

"Selain perpustakaan, kami juga menerbitkan jurnal, yakni Jurnal Sunda Lanang. Ini merupakan jurnal pemikiran mengenai kebudayaan Sunda yang terbit dua kali setahun. Namun, dalam tiga tahun terakhir penerbitannya kurang lancar karena terkendala teknis. Insya Allah, untuk melanjutkan agenda Pak Ajip, kami berniat menerbitkan kembali jurnal ini," tuturnya.

Ke depan, berkolaborasi dengan kalangan anak muda yang lebih adaptif dengan layanan digital, Wawan berencana membuat terobosan baru dalam menyosialisasikan program-program Ajip Rosidi. 

"Bagi saya, perpustakaan ini bukan gudang buku, apalagi kuburan buku. Perpustakaan adalah khasanah pengetahuan dan pengetahuan itu adalah amanah, harus sampai kepada masyarakat. Ke depan, saya harap layanan perpustakaan ini lancar," harapnya.

Di momen Hari Aksara Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 September ini, Wawan pun mendorong para pelajar agar mencintai bacaan dan terampil menulis. Karena, dua bidang tersebut merupakan pintu gerbang pengetahuan, kearifan, dan kepribadian yang bagus. 

"Orang yang suka membaca, apalagi terampil menulis, jika berpikir akan sistematis, terstruktur, tertuntun rapi, dan runtut. Kalau berbicara bisa dimengerti oleh lawan bicaranya. Kekayaan rohaninya pun akan terbentuk dan terasah," tutupnya.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar