Dadan, Sosok Guru Inspiratif: Keterbatasan Tak Membatasi Keberhasilan
Guru SMPN 20 Bandung, Dadan Mochammad Ramdan, sosok guru inspiratif.
Dadan, Sosok Guru Inspiratif: Keterbatasan Tak Membatasi Keberhasilan
Dadan, Sosok Guru Inspiratif: Keterbatasan Tak Membatasi Keberhasilan
Dadan, Sosok Guru Inspiratif: Keterbatasan Tak Membatasi Keberhasilan
Dadan, Sosok Guru Inspiratif: Keterbatasan Tak Membatasi Keberhasilan
Oleh Nizar Al Fadillah
10 September 2020, 16:30 WIB    1030 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR  - Menyerah bukanlah pilihan. Hal tersebut menggambarkan keteguhan guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 20 Bandung, Dadan Mochammad Ramdan. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan guru disabilitas daksa ini mengantarkannya sebagai abdi negara, sekaligus menyisipkan pesan bahwa dengan perjuangan, keterbatasan tidak bisa membatasi keberhasilan. 

Totalitas Berjuang

Dadan bercerita, sejak taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, ia bersekolah di sekolah umum (bukan sekolah khusus) dengan meraih berbagai prestasi. Salah satunya, peringkat tiga besar selalu berhasil ia raih. Sempat jeda satu tahun usai lulus SMA, Dadan berusaha melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, tepatnya ke Universitas Islam Nusantara (Uninus). 

Awalnya, pihak keluarga tak mengizinkannya kuliah dengan alasan khawatir, apalagi jarak yang harus ditempuh cukup jauh. Namun, dengan upaya kerasnya ia berhasil meyakinkan orang tuanya. Saat itu, pilihan jurusan bukanlah prioritasnya. "Saat itu, saya kuliah (jurusan apa pun) enggak masalah, yang penting ada kesempatan dulu. Jika sudah masuk, saya harus totalitas. Tahu cara belajar maksimal dengan tetap bertanggung jawab," tuturnya saat ditemui di SMPN 20 Bandung, Jln. Centeh, Kota Bandung, Kamis (10/9/2020).

Akhirnya, Dadan pun memilih jurusan pendidikan bahasa Indonesia. Semangat totalitasnya lah yang menyokong Dadan di masa itu. Terlebih, tak sedikit dosen yang mendukung perjuangannya. Di antaranya, dosen mata kuliah morfologi dan dosen pembimbing yang selalu memupuk kepercayaan diri Dadan. "Mereka memberikan support luar biasa," ungkapnya.

Totalitas lain ia tunjukkan saat mengikuti tes calon pegawai negeri sipil (CPNSdi). Pada rentang tiga tahun, sebelum tes CPNS digelar serentak, guru yang hobi menyanyi dan memasak ini telah lima kali mendaftar CPNS dan lima kali pula gagal. Namun, ia pantang menyeraih. Usai memahami permalasahannya, pada tes keenam, guru bahasa Indonesia itu berhasil lulus sebagai PNS. 

Tetapi, ia mengaku sempat putus harapan. Namun, orang tua lah yang menyadarkannya bahwa dirinya jangan dulu menyerah. "Sebetulnya hopeless, cuma jadi ingat Mamah yang tetap nyuruh daftar. Akhirnya di-cumponan dulu dan Alhamdulillah karena proses ikhtiar serta doa orang tua, saya bisa sampai di sini," tuturnya. 

Guru adalah Pemberi Contoh

Bagi Dadan, ketika mendidik anak, guru berperan sebagai pemberi contoh. Oleh karena itu, hal dasar yang harus dipenuhi guru adalah mengerti tentang hak dan kewajibannya. "Jika tidak bisa memberi contoh mulai dari hak dan kewajibannya, bagaimana seorang guru bisa mencerminkan kesuksesan bagi anak-anak," tegasnya. 

Selain itu, kata Dadan, peran guru bukan hanya sebagai sosok pemberi tugas, tapi bisa menjadi teman bagi anak didiknya. "Guru itu bukan hanya dikenang, tapi harus bisa mengenang karena guru adalah sosok panutan dan teladan," ucapnya.

Dengan prinsip itulah, Dadan mengabdikan diri sebagai seorang guru. Perjalanan dari Stasiun Cicalengka ke Stasiun Cikudapateuh menjadi saksi langkah Dadan mendedikasikan diri menjadi guru yang bukan hanya mengajar, tapi juga menginspirasi.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar