Kadisdik: Tak Ada Klaster Penyebaran Covid-19 di Sekolah Jabar
Kadisdik Jabar, Dedi Supandi dalam acara Forum Publik "Potensi Sekolah sebagai Cluster Baru Covid" di TVRI Jabar, Senin (14/9/2020).
Kadisdik: Tak Ada Klaster Penyebaran Covid-19 di Sekolah Jabar
Kadisdik: Tak Ada Klaster Penyebaran Covid-19 di Sekolah Jabar
Kadisdik: Tak Ada Klaster Penyebaran Covid-19 di Sekolah Jabar
Kadisdik: Tak Ada Klaster Penyebaran Covid-19 di Sekolah Jabar
Oleh Nizar Al Fadillah
14 September 2020, 19:50 WIB    115 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Sampai saat ini, tak ada klaster penyebaran Covid-19 yang berasal dari sekolah. Setelah ditelusuri, ternyata berasal dari lingkungan keluarga yang terpapar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Dedi Supandi dalam acara Forum Publik yang digelar oleh TVRI Jabar, Senin (14/9/2020). Mengangkat tema "Potensi Sekolah sebagai Cluster Baru Covid", acara ini juga dihadiri Ketua Forum Asosiasi Guru Indonesia (FAGI), Iwan Hermawan dan penggiat pendidikan, Dan Satriana. 

Kadisdik menegaskan, pihaknya menjamin penuh hak utama anak. Yakni hak hidup, hak kesehatan, dan hak pendidikannya. "Sehingga, pada masa pandemi ini, pendidikan akan tetap dilakukan dengan mengutamakan keselamatan peserta didik," tegasnya.

Adapun pembukaan pembelajaran tatap muka, lanjut Kadisdik, hanya dilakukan di sekolah yang memang lingkungannya telah zona hijau dan diutamakan di daerah blank spot (sulit akses internet). "Namun, kebijakan tersebut tetap melibatkan izin orang tua," ujarnya.

Hal senada disampaikan penggiat pendidikan, Dan Satriana. Ia menegaskan, yang utama saat ini adalah keselamatan siswa. "Persoalan mengejar ketertinggalan bisa disusul. Tapi kalau satu nyawa melayang, itu tidak bisa digantikan dengan apa-apa," tegasnya. 

Dan pun menyoroti orang tua yang terlihat kurang mendapatkan dukungan dari pemerintah. Sebab, selama pembelajaran jarak jauh, orang tua juga membutuhkan pendampingan untuk berperan serta dalam pendidikan anak saat ini. "Dukungan kepada orang tua masih kurang. Seolah-olah mereka dibiarkan sendiri untuk menyelesaikan persoalannya," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua FAGI, Iwan menyarankan pemerintah jangan terlalu cepat membuka pembelajaran tatap muka, terlebih di daerah yang belum dikatakan aman. 

"Jangan terlalu cepat dan harus waspada. Harus waspada, tapi jangan jadi penakut. Presiden Jokowi juga bilang untuk bersabar, baik guru, siswa atau orang tua, semuanya harus bersabar," pungkasnya.

Acara tersebut juga bisa disaksikan di link berikut http://youtube.com/watch?v=MeG-Nyw-jWU.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar