Pelatihan Calon Tutor IRMA Jawa Barat Daring Angkatan ke-4
Pelatihan Calon Tutor IRMA Jawa Barat Daring Angkatan ke-4
Oleh Rifa Anggyana (Koordinator Tim Inti Pelatih Tutor IRMA Jabar)
19 September 2020, 08:32 WIB    158 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR - Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Jawa Barat menggelar "Pelatihan Calon Tutor IRMA Jawa Barat Daring Angkatan ke-4 Wilayah X Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Kuningan" pada 17-18 September 2020. Pelatihan yang diikuti oleh 235 peserta siswa SMP/MTs. dan SMA/SMK/MA ini, dibuka melalui Zoom dan pelaksanaannya menggunakan kanal Youtube, aplikasi Umma, dan grup Whatsapp.

Ketua IRMA Jawa Barat (Jabar), Aditya Gustian Saputra mengapresiasi para peserta yang masih semangat menuntut ilmu, mencari pengalaman serta tetap berkegiatan positif dan produktif meski di tengah pandemi Covid-19. "Kita sebagai generasi remaja masjid harus bisa membuktikan bahwa kita semua tetap produktif dan aktif dalam dakwah digital meski dalam kondisi pandemi. Kita buktikan bahwa remaja masjid merupakan organisasi yang insya Allah akan semakin maju dan menjadi pendorong semangat baru bagi para remaja masjid untuk berdakwah serta mengajak pada kebaikan," ajak siswa SMA Kartika XIX 3 Bandung ini.

Sedangkan Koordinator Tim Inti Pelatih Tutor IRMA Jabar, Rifa Anggyana menyampaikan, sejak 16 Maret 2020, kegiatan IRMA Jawa Barat dilakukan secara virtual, seperti pengajian, pelatihan calon tutor, dan lainnya. "Kita belum bisa bertemu langsung, tapi tetap tidak mengurangi esensi kegiatan ini," ujar Rifa yang juga guru SMA Negeri 1 Bandung itu.

Tujuan pelatihan tersebut, menurutnya, sebagai pembinaan di sekolah masing-masing. Ia berharap, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah (Kacadisdikwil) X mendorong sekolah-sekolah agar bisa memfasilitasi kegiatan-kegiatan keagamaan seperti ini.

Plt. Kacadisdikwil X Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Kuningan, Dewi Nurhulaela pun sangat mendukung kegiatan ini. "Mudah-mudahan, setelah Covid-19 berlalu, kita bisa tatap muka secara langsung (tidak virtual) dan bisa berkolaborasi untuk melakukan kegiatan-kegiatan serupa. Mungkin akan lebih efektif jika kegiatannya dilakukan secara tatap muka," tuturnya.

Menurut Dewi, karena kegiatan ini merupakan kegiatan atau program yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar), dimana Pemprov Jabar menginginkan IRMA ada di setiap SMA/SMK/MA, termasuk SMP/MTs., jadi pihaknya mengimbau seluruh SMA/SMK yang ada di Wilayah X Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Kuningan untuk bisa menghidupkan kegiatan-kegiatan keagamaan dengan menggunakan sarana masjid di sekolah masing-masing.

"Kami juga mengimbau sekolah-sekolah agar ekstrakurikuler (ekskul) ini diprioritaskan, namun tidak mengesampingkan ekskul lainnya. Karena, pendidikan agama merupakan salah satu modal dasar bagi anak-anak. Dengan pendidikan agama yang baik, mereka akan mampu memfilter sesuatu yang kurang baik sehingga nantinya bisa terhindar dari perilaku-perilaku menyimpang," tuturnya. 

Dewi pun berharap, kegiatan keagamaan ini dapat menambah ilmu agama kepada para siswa sehingga mereka akan menjadi orang yang bertakwa, takut kepada Allah SWT serta patuh terhadap orang tua dan guru.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar