Muhadjir: Jadikan Pekerjaan Guru Sebagai Panggilan Jiwa
Muhadjir: Jadikan Pekerjaan Guru Sebagai Panggilan Jiwa
Oleh Siti Maryam Delina F
19 Mei 2018, 00:00 WIB    52 views       Pelantikan

BANDUNG, DISDIK JABAR- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (Mendikubud), Muhadjir Effendy, memberikan arahan dalam acara Silahturami Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dengan Guru dan Kepala Sekolah Peserta Pelatihan K13, sekaligus Peremian Gedung Laboratorium Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA). Acara dilaksanakan di PPPPTK IPA, Jalan Diponegoro, No.12, Citarum, Kota Bandung, Jawa Barat pada Sabtu, 19 Mei 2018.            

Dalam arahannya, Muhadjir memberikan gambaran tentang\r\npendidikan di Indonesia saat ini. Menurut Muhadjir, pendidikan di Indonesia masih perlu banyak perbaikan dan pembenahan dari beberapa aspek. Apalagi mengingat masalah pendidikan di Indonesia sangat kompleks, mulai dari masalah struktural yang masih banyak kelemahan. Ada pula masalah kultural, di mana masih ada kelompok masyarakat yang belum menganggap pendidikan penting. 

“Yang terakhir ada problem spasial, karena Indonesia merupakan wilayah kepulauan yang luar biasa banyaknya, terdiri dari 17 ribu pulau, dan mereka semua membutuhkan akses pelayanan pendidikan yang sama. Maka muncul kebijakan Presiden, membangun mulai dari pinggiran. Maka kita mulai memperhatikan, wilayah-wilayah yang secara spasial, sulit untuk dijangkau,” jelas Muhadjir. 

Di antara permasalahan pendidikan yang ada, guru memiliki peran penting dalam membangun pendidikan di Indonesia. Muhadjir berharap, guru dapat memengang amanah dengan baik sebagai seorang pengajar dan pendidik. Agar bisa menjalankan amanah dengan baik, Muhadjir mengatakan, kita harus mengembalikan hakikat pekerjaan guru sebagai pekerjaan panggilan jiwa. 

“Kalau tidak ada panggilan jiwa maka berapapun Anda mendapat gaji pasti mengeluh. Berapa pun lamanya tunjangan profesi guru, pasti mengeluh. Jadi tanda-tanda guru yang menjadikan guru bukan pekerjaan panggilan adalah ketika semangat menurun. Itu menurut saya miris,” ujar Muhadjir. 

K-13

Sementara itu, Kepala PPPPTK IPA, Sediono Abdullah, mengatakan Pelatihan ini dihadiri oleh  Instruktur K-13 yang merupakan Kepala Sekolah SD, SMP dan SMA Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. “Kami sebagai instruktur nasional kepala sekolah yang ingin untuk membagi dan mengembang amanat prioritas program kementerian untuk wilayah Kalimantan terutama. Apalagi karena kami diberikan tugas untuk mengawal pengembangan pendidikan, terutama k-13,” ujar Sediono.


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar