Terima Kasih untuk Guru di Masa Pandemi Covid-19
Terima Kasih untuk Guru di Masa Pandemi Covid-19

BANDUNG, DISDIK JABAR - Banyak orang mendengar bahwa profesi guru pekerjaan yang mulia karena memiliki peranan penting dalam mengubah dan membawa masa depan seorang anak. 

Tugas dan peran seorang guru mengubah ketidaktahuan menjadi mengerti, mengubah kebodohan menjadi pintar. Selain itu, tingkah laku guru menjadi panutan, inspirasi, dan motivasi bagi semua orang. Inilah yang menjadi nilai lebih profesi guru dibandingkan profesi lain. Eksistensi seorang guru sangat ditentukan oleh kapasitas yang dimiliki karena menjadi manusia pembelajar sebuah kepastian yang harus ditempuh. Belajar pengetahuan, belajar bagaimana menghadapi situasi yang berbeda, belajar memperbaiki diri, belajar untuk bangkit, dan akhirnya belajar kapan saja dan dengan siapa saja.

Guru bukan hanya sebatas memberikan pelajaran, melainkan membimbing serta memberikan perhatian dan kasih sayang kepada peserta didiknya. Wajar jika banyak yang menyebut guru mempunyai jasa yang besar. Bahkan, guru dianggap sebagai pahlawan tanpa tanda jasa karena pengorbanan dan pengabdian mereka kerap ditepikan.

Guru di masa pandemi Covid-19 mempunyai tantangan tersendiri. Guru tetap menjadi penggerak dan pembina yang memiliki kemampuan luar biasa untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Peran guru di masa pandemi saat ini dituntut melaksanakan banyak peran tambahan. Seperti, memastikan tercapainya tujuan pendidikan dan pemenuhan target akademis dan non-akademis serta mempersiapkan materi dan hasil evaluasi pembelajaran. 

Guru juga memiliki tanggung jawab dalam memastikan keselamatan peserta didik secara fisik dan psikis serta harus dapat melakukan komunikasi dan mengembangkan kerja sama yang baik dengan kepala sekolah dan orang tua/keluarga siswa untuk membangun kepercayaan dan mendukung proses pendidikan.

Demikian juga tuntutan kompetensi guru di masa pandemi Covid-19 ini, guru mempunyai kemampuan berinovasi, memanfaatkan bermacam digital tools, menyelenggarakan kelas online, penerapan kurikulum yang memperkuat model multidisiplin dan kolaboratif dalam belajar mengajar serta kemampuan menata ulang akuntabilitas dan menentukan metode dalam proses asesmen. Dalam menyelenggarakan pendidikan, guru harus bisa membantu peserta didik berkembang secara akademis, fisik, dan psikis, dengan menyeimbangkan antara old knowledge dengan mekanisme digital.

Menjalankan tugas sebagai guru di masa pandemi Covid-19 memang penuh dengan tantangan. Mulai dari persiapan administrasi mengajar yang harus disesuaikan dengan kebijakan terbaru, seperti kurikulum darurat, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disederhanakan, pembelajaran jarak jauh (PJJ), program Guru Penggerak dan sebagainya. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim menyatakan, prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga bahkan masyarakat secara umum. Dengan demikian, tugas guru dalam memenuhi pelayanan pendidikan selama pandemi Covid-19 tidak hanya persoalan belajar mengajar, melainkan dibutuhkan pertimbangan yang besar terkait kondisi psikososial dan tumbuh kembang peserta didik.

Tak mudah melakukan aktivitas belajar mengajar saat pandemi Covid-19. Guru harus memperhatikan peserta didik tidak hanya melalui daring, tapi juga harus mengunjungi
rumah peserta didik agar tetap terjaga hubungan baik antara orang tua dan peserta didik. Upaya tersebut guna memantau kendala yang dialami ketika pembelajaran melalui daring serta memantau kesehatan dan perkembangan pengetahuan peserta didik. Guru berupaya menyusun ulang kurikulum yang sesuai konteks dalam RPP.

Menggunakan kurikulum yang sesuai dengan konteks adalah kurikulum berbasis proyek dengan tema utama ketahanan keluarga, mental, fisik, dan pangan. Hal ini bertujuan agar sekolah tidak memberikan beban kepada keluarga. Sehingga, kompetensi dasar dari Kurikulum 2013 hanya dapat diambil sebagian yang esensial dan sesuai dengan proyek pembelajaran. Sehingga, masa pandemi ini justru guru-guru dipaksa untuk berpikir kreatif agar kegiatan belajar secara blended learning dapat berjalan baik dan menyenangkan, dengan segala keterbatasan yang ada.

Pembaharuan dalam pendidikan perlu proses perencanaan yang matang, sedangkan pandemi ini datang begitu cepat dan tak terduga sehingga guru belum memiliki perencanaan yang baik. Sekali lagi, guru mempunyai peranan dari tatanan pendidikan Indonesia yang terus dituntut untuk mencerdaskan anak bangsa meski di kondisi sesulit apa pun. 

Peran guru di tengah pandemi memang jarang disebut sebagai garda terdepan “melawan” Covid-19. Tapi, jangan pernah mengabaikan fungsi dan perannya. Jangan menilainya punya banyak waktu beristirahat semenjak ada kebijakan pemerintah memindahkan proses belajar ke rumah. Justru, masa sekarang guru mempunyai pekerjaan berlipat. Jauh lebih berat dibandingkan mengajar di dalam kelas. Jauh lebih sulit dibandingkan bertatap muka dengan peserta didik di sekolah, seperti sebelum masa pandemi Covid-19. Mereka tak mengenal istilah siang atau malam. 

Benar-benar hari yang menguras pikiran dan waktu, terutama guru yang tidak mengabaikan tanggung jawabnya. Dalam masa pandemi Covid-19 ini, guru adalah pendekar dan pahlawan pembangunan seluruh bangsa di dunia. Atas besarnya jasa seorang guru, tak ada salahnya mengungkapkan rasa terima kasih untuk guru-guru di seluruh Indonesia, tetap semangat mendidik anak bangsa. 

Orang hebat bisa melahirkan beberapa karya bermutu, tetapi guru yang bermutu dapat melahirkan ribuan orang hebat. Guru adalah lentera hidup dan pahlawan tanpa tanda jasa. Terima kasih guru.

Selamat Hari Guru Nasional 2020!


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar