Doa Ibu Pelecut Motivasi Gapai Prestasi
Guru SLB Putra Hanjuang Garut, Diana Shanty meraih juara Terbaik I Tingkat Nasional "Lomba Guru dan Kepsek SLB Berdedikasi dan Berinovasi Tahun 2020 di Masa Covid-19".
Doa Ibu Pelecut Motivasi Gapai Prestasi
Doa Ibu Pelecut Motivasi Gapai Prestasi
Doa Ibu Pelecut Motivasi Gapai Prestasi
Doa Ibu Pelecut Motivasi Gapai Prestasi
Oleh Rury Yuliatri
28 November 2020, 07:33 WIB    327 views       Headline

GARUT, DISDIK JABAR - Senjata orang tua, terutama ibu bagi anak-anaknya adalah doa. Tak salah jika kiranya doa ibu itu mampu menembus langit karena mustajab.

Doa serta motivasi dari ibu lah yang menjadi pelecut  hingga mengantarkan Diana Shanty, guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Putra Hanjuang Garut menjadi juara Terbaik I Tingkat Nasional "Lomba Guru dan Kepsek SLB Berdedikasi dan Berinovasi Tahun 2020 di Masa Covid-19".

Diana mengungkapkan, tak pernah terpikirkan bahwa dirinya bakal menjadi seorang guru. Karena, setelah lulus sekolah menengah atas (SMA), Diana hendak melanjutkan pendidikan di salah satu universitas negeri ternama di Kota Bandung karena berhasil lolos melalui jalur undangan. Hal ini pun merupakan sebuah kebanggaan karena tak semua orang bisa mendapatkannya. 

Namun, ternyata ibu Diana yang juga merupakan Kepala SLB Putra Hanjuang meminta Diana meneruskan cita-cita dan perjuangannya. Mendidik anak-anak berkebutuhan khusus serta mengembangkan sekolah yang didirikannya itu.

Sempat bimbang, akhirnya Diana melepaskan impiannya melanjutkan kuliah di universitas pilihannya. Ia memutuskan mengikuti keinginan sang ibu dengan melanjutkan kuliah di jurusan pendidikan luar biasa (PLB) di salah satu universitas swasta di Kota Bandung.

Meski awalnya sempat ragu, namun dengan berjalannya waktu, guru kelahiran tahun 1997 ini menemukan passion-nya menjadi seorang guru. Bahkan, di sekolah ini Diana tidak hanya bertugas menjadi guru, tapi juga merangkap sebagai operator. 

"Tentu saya tidak bisa mengedepankan ego untuk meninggalkan pekerjaan saya sebagai seorang guru dan operator. Karena, akan banyak orang yang dirugikan jika saya melakukan hal tersebut," ungkapnya saat ditemui di sekolah, Jalan Hanjuang, Bungbulang, Kabupaten Garut, Jumat (27/11/2020).

Perjalanan Panjang dan Medan Terjal Tak Surutkan Asa

Meski tak mudah karena setiap hari harus menempuh perjalanan ke sekolah hingga 6 jam, ditambah medan yang terjal, Diana tak patah arang. Seperti yang selalu ibunya bilang, jangan lelah dan teruslah semangat mencoba hal-hal baru, Diana pun tak henti bereksplorasi dan berinovasi. Demi memberikan layanan pendidikan terbaik dan bermutu bagi para siswanya, apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Hingga akhirnya terciptalah modul pembelajaran berbasis digital "Modul Digital" yang mengantarkannya menyabet juara I nasional. 

"Alhamdulillah, modul yang saya buat ini memudahkan anak-anak selama belajar daring. Orang tua siswa pun ikut terbantu dengan modul digital ini," tutur guru mungil tersebut.

Diana mengaku tak akan pernah berhenti berinovasi. Masih banyak hal yang ingin ia capai dan memberikan lebih banyak kebermanfaatan bagi peserta didik serta masyarakat pada umumnya.

Ungkapan terima kasih yang tak terhingga Diana sampaikan kepada ibunda tercinta. Karena, berkat doa dan motivasi beliau, ia bisa meraih pencapaian ini. Tak lupa, ia pun mengucapkan terima kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, para siswa SLB Putra Hanjuang serta Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dan Provinsi Jawa Barat atas dukungan dan doanya.

"Alhamdulillah, dengan prestasi ini, saya juga berkesempatan bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Pak Nadiem Makarim. Ini tentu merupakan sebuah kebanggaan karena guru dari daerah seperti saya, ini adalah momen yang sangat langka," ungkapnya.

Tak lupa, Diana pun mengajak semua rekan guru dan tenaga kependidikan lainnya untuk terus berinovasi. "Jangan berhenti berkarya dan berinovasi demi pendidikan yang lebih bermutu, terlebih untuk pendidikan khusus," ajaknya.***


 Komentar (Ada 2 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


agus sani
Berjuanglah terus onti.... jangan merasa cukup puas dengan apa yg telah di dapat sekarang.... perjalanan masih panjang, buatlah lebih banyak prestasi untuk kemajuan dunia pendidikan... khusus untuk disabilitas dan juga pendidikan umum... semoga Allah selalu memberikan Kesehatan dan kekuatan.. Aamiin... Salam sukses..
BALAS
28 November 2020, Pukul 11:31 WIB
Siti Maryam
Alhamdulillah semoga menjadi inspirasi bagi yang lain serta doanya untuk kedwpan lebih maju pendisikan khusus luar biasa umumnya semua kalangan pendidikan
BALAS
28 November 2020, Pukul 10:28 WIB