Pro Kontra Program Pemerintah dalam Pemberian Vaksin
Pro Kontra Program Pemerintah dalam Pemberian Vaksin
Oleh Eti Suhaeti (Kepala SLBN B Garut)
18 Januari 2021, 08:33 WIB    5988 views       Opini

BANDUNG, DISDIK JABAR - Hadirnya makhluk kecil berjubah raksasa (Covid-19) mengalirkan sungai kegetiran dan kehawatiran hingga tubuh terasa iba membuat dunia dilamun duka. 

Itulah sepenggal puisi yang saya buat beberapa bulan lalu berjudul "Memutus Rantai Kecemasan dan Kegelisahan di Tengah Beredarnya Covid-19" (http://youtu be/mXQaamux26w).

Semakin hari makin banyak orang yang terpapar, bahkan meninggal dunia sehingga membuat kepanikan luar biasa bagi kita semua.

Banyak upaya yang telah dilakukan, baik oleh pemerintah maupun pihak-pihak yang peduli terhadap kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid-19 berkepanjangan ini. Banyak pula yang ikut mengampanyekan protokol kesehatan, termasuk saya bersama warga SLBN B Garut. Yakni, protokol kesehatan dengan menaati 3M lewat lagu yang saya ciptakan beserta video klipnya (http://youtu be/QNrFg37GXzVB).

Banyaknya orang terpapar serta angka kematian yang semakin tinggi, salah satunya karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, walaupun pemerintah sudah berusaha memberikan imbauan dengan berbagai upaya.

Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pencegahan Covid-19, pemerintah pun mengambil langkah tepat dengan memberikan vaksin bagi seluruh warga negara yang dipelopori oleh Bapak Presiden Joko Widodo dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya, termasuk artis Raffi Ahmad.

Sebenarnya, orang pertama yang berani  melakukan uji coba vaksin adalah orang  nomor 1 di Jawa Barat, yaitu Bapak Gubernur Ridwan Kamil. Tentu saja hal ini beliau lakukan untuk membuktikan bahwa vaksin tersebut memang benar bermanfaat untuk meningkatkan imun tubuh dan tidak berbahaya. 

Jika saja  pemimpin tidak berani melakukan vaksin maka kemungkinan rakyatnya pun akan menolak divaksin. Jadi, tujuan Pak Ridwan Kamil bersedia diuji coba adalah untuk memberikan kepercayaan dan menjamin keselamatan warganya. Kalau ada risiko berbahaya maka beliau dulu yang kena. Itulah sifat kesatria seorang pemimpin yang mau menanggung risiko. Bertanggung jawab dan peduli terhadap rakyatnya. 

Setelah Bapak Ridwan Kamil divaksin, alhamdulillah kondisi Bapak Gubernur sampai ini tetap bugar. Menurut beliau, imun tubuhnya meningkat 99%. Hanya, efek samping setelah divaksin terasa pegal dan mengantuk selama tiga hari. 

Namun sayang, program pemerintah yang begitu gencar untuk membantu serta memulihkan bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, masih ada saja warga yang menolak pemberian vaksin.  Bahkan, banyak pihak yang mempengaruhi masyarakat kalau vaksin itu memiliki efek samping berbahaya. Sehingga, banyak kalangan masyarakat yang enggan divaksin.

Kalau menurut saya, sebelum divaksin tentu akan ada pemeriksaan terlebih dahulu, apakah kita bisa menerima vaksin atau tidak. Sebagai warga negara yang baik, tentu kita harus menaati imbauan pemerintah untuk membantu meningkatkan imun tubuh agar kita terhindar dari Covid-19.

Kami Tim Satgas Covid-19 SLBN B Garut siap dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam vaksinasi.

Jangan lupa, terus berdoa kepada Allah SWT semoga dengan vaksinasi ini kita terhindar dari Covid-19. Sehingga, anak-anak bangsa bisa kembali belajar di sekolah dan mutu pendidikan semakin meningkat. Aamiin.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar