Menutupi Simbol Negara di SD 085 Ciumbuleuit Bagian dari Prosedur Pos USBN
Menutupi Simbol Negara di SD 085 Ciumbuleuit Bagian dari Prosedur Pos USBN
Oleh Siti Maryam Delina F
19 Mei 2018, 00:00 WIB    91 views       Headline

BANDUNG, DISDIK JABAR.- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi meminta sekolah tidak perlu menutup simbol-simbol negara seperti foto presiden dan wakil presiden, serta lambang garuda saat menyelenggarakan ujian. Ia menegaskan cukup alat-alat peraga yang dikeluarkan dari ruang ujian.

Hal itu sebagai klarifikasi atas beredarnya foto ruangan ujian di SD 085 Ciumbuleuit Kota Bandung. Pada 13 Mei 2018, akun Facebook atas nama Satyowati Pancasiwi mengunggah foto Presiden dan Wakil Presiden yang ditutupi kertas di ruang ujian. Akun tersebut menilai, perbuatan sekolah sebagai bentuk tidak menghormati kepala negara. 

Foto itu kemudian disebarkan dan menjadi viral. Dinas Pendidikan Kota Bandung melalui akun Instagramnya @disdikbdg telah memberikan klarifikasi bahwa itu memang prosedur dari POS?USBN yang menyebutkan alat peraga harus dikeluarkan. Sekolah tidak mengeluarkan tapi hanya menutupinya.

Penjelasan itu ternyata tidak cukup, karena foto terus dibagikan. Muhadjir lantas menyampaikan klarifikasinya seusai memberikan pembekalan kepada guru-guru K13 sekaligus meresmikan Laboratorium dan Rooftop Jogging Track di Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK-IPA) Jalan Diponegoro, Sabtu 19 Mei 2018.

Bersama Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Ahmad Hadadi, Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat Firman Adam,  Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana, dan Kepala SD 085 Ciumbuleuit Sri Sukoati, Muhadjir meminta peredaran foto itu dihentikan. Karena itu tidak benar.

Menurut Muhadjir, kejadian itu berlangsung di sekolah saat Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) 2018. Dalam salah satu ketentuannya, lanjut Muhadjir, menyebutkan alat peraga yang diperkirakan akan mengganggu ujian, harus dikeluarkan atau ditutup.

"Tidak perlu lagi ada penafsiran yang berbeda-beda berkaitan foto yang viral tersebut,\" ucapnya.

Kepala SDN SDN 085 Ciumbuleuit, Sri Sukoati membantah, dituding melecehkan lambang negara seperti yang tengah viral di media sosial Facebook. Sri membeberkan, penutupan gambar Presiden dan Wakil Presiden itu dalam rangka menyeterilkan ruangan dari berbagai alat saat Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada 3-5 Mei 2018 lalu. 

Panitia menutup foto presiden dan wakilnya dalam rangka menyeterilkan ruangan dari gambar-gambar tokoh nasional, maupun berbagai alat peraga yang bisa membantu siswa dalam menjawab soal ujian (USBN).

Cek informasi

Muhadjir mengatakan pihaknya prihatin, masih banyak pengguna media sosial yang tidak mengecek informasi yang mereka bagikan. Informasi itu belum tentu kebenarannya. Meskipun telah ada klarifikasi dari sekolah dan Disdik Kota Bandung, tidak cukup untuk menghentikan peredaran foto.

Muhadjir mengatakan banyak foto yang diedit sedemikian rupa lalu dibagikan. Tujuannya, agar persepsi masyarakat sesuai dengan keinginan si pembagi informasi. Harapan Muhadjir, masyarakat tidak  mudah percaya terhadap informasi yang beredar. Oleh karena itu, cek dan ricek informasi harus dilakukan.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar