PPDB di SMKN 1 Purwakarta Berjalan Sesuai Prosedur
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 di SMKN 1 Purwakarta berjalan lancar sesuai produsedur.
PPDB di SMKN 1 Purwakarta Berjalan Sesuai Prosedur
Oleh Nizar Al Fadillah
12 Juli 2018, 18:50 WIB    1064 views       PPDB

BANDUNG, DISDIK JABAR – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 di SMKN 1 Purwakarta secara umum berjalan lancar sesuai produsedur. Walaupun sedikit kendala terjadi terkait pemahaman mekanisme PPDB SMK dan SMA.

Dalam proses penerimaan peserta didik baru, Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki beberapa perbedaan mekanisme penerimaan peserta. Hal ini diucapkan oleh salah satu panitia PPDB SMKN 1 Purwakarta, Nasir, saat ditemui di SMKN 1 Purwakarta, Jalan Industri Kilometer 4, Babakan Cikao Kabupaten Purwakarta, Selasa, 10 Juli 2018.

Nasir mengatakan, perbedaan penerimaan peserta didik baru di SMK berbeda dengan SMA. Ini bisa dilihat dalam pembagian kuota peserta didik baru yang diterapkan SMK pada tiap-tiap jurusan. “Dari masing-masing jalur Penerimaan Peserta Didik Baru, tiap jurusan sudah memiliki kuotanya masing-masing. Sehingga, semuanya tak bisa diterima, meskipun pendaftar sudah memenuhi persentase batas penerimaan,” kata Nasir. Ia menambahkan, tiap-tiap jurusan sudah memiliki jumlah kuota tersendiri dari setiap jalur penerimaan yang ditempuh.

Nasir pun mencotohkan penerimaan peserta didik baru lewat jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM). 20 % adalah alokasi peserta didik baru yang diterima lewat jalur KETM. Namun jumlah 20% ini tidak akan terpenuhi jika sebagian besar pendaftar memilih jurusan yang sama. “Ini terjadi dijurusan Teknik Elektro. Sebagian besar peserta didik baru lewat jalur KETM, memilih jurusan ini. Padahal, penerimaan di jurusan ini sudah dipatok sebanyak 10 siswa perjurusan,” jelas Nasir.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Menejemen dan Mutu SMKN 1 Purwakarta, Heldy Eriston mensinyalir bahwa ketidapahaman beberapa masyarakat mengenai mekanisme ini karena sosiolisasi PPDB yang belum berjalan sempurna. Padahal, pihak sekolah sudah mensosialisasikan PPDB dengan menjaring seluruh elemen masyarakat di sekitar sekolah, dari warga hingga para pejabat desa.

Selama melakukan proses PPDB, selaku perwakilan sekolah, Heldy pun menyampaikan saran. Heldy menyarankan jika dalam pendaftaraan ke SMK, lebih baik dibatas dua pilihan sekolah saja, jangan tiga. Karena, Heldy mengamati, pilihan ketiga yang diisi oleh peserta didik cenderung asal dan hanya mengisi tanpa pertimbangan. Sehingga ketika nanti misalnya diterima di sekolah pilihan ketiga, para peserta didik tidak mengambilnya karena berbagai macam alasan. “Kemarin ada pendaftar dari Subang, ia memilih SMKN 1 Purwakrta di pilihan ketiganya. Namun saat di konfirmasi, ternyata dia tidak mengambilnyacdan lebih memilih sekolah yang dekat di daerahnya,” tutur Heldy.

Jika pilihan sekolah hanya dua, Heldy beranggapan peserta didik tentu sudah memiliki kesiapan dan perencanaan yang matang untuk mempersiapkan diri jika diterima di dua sekolah tersebut.***


 Komentar (0 komentar)


 Balas Komentar


:

 Email, No.Telepon/HP serta Alamat Anda tidak akan dipublikasi.
 Terima kasih, komentar sedang dalam proses antrian.

 


 Belum ada komentar